Analisis nilai tambah dan pemasaran agroindustri kopra di kabupaten lampung selatan



Yüklə 23.5 Kb.
tarix29.05.2017
ölçüsü23.5 Kb.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PEMASARAN

AGROINDUSTRI KOPRA DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN


Oleh

Maria Yosephine Apryanti1, Ali Ibrahim Hasyim2, dan Benyamin G. Widyatmoko2



ABSTRAK
Salah satu komoditas hasil perkebunan adalah kelapa. Agroindustri kopra merupakan industri yang mengolah kelapa menjadi kopra. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan kopra, dan (2) Mengetahui efisiensi sistem pemasaran kopra di Kabupaten Lampung Selatan.
Penelitian ini dilakukan di Desa Jati Indah Kecamatan Tanjung Bintang dan Desa Budidaya Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan sentra pengolahan kopra yang berupa agroindustri kecil kopra. Responden dalam penelitian ini adalah 5 agroindustri kecil kopra di Desa Jati Indah dan 6 agroindustri kecil kopra di Desa Budidaya. Penarikan responden tersebut dilakukan dengan metode sensus. Responden pedagang pengumpul diambil sebanyak 4 orang di Kecamatan Tanjung Bintang dan 5 orang di Kecamatan Sidomulyo. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif meliputi analisis nilai tambah metode Hayami, analisis margin pemasaran, analisis koefisien korelasi harga, dan analisis elastisitas transmisi harga; sedangkan analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui saluran pemasaran kopra dan proses pengolahan kelapa menjadi kopra.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) besarnya nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan kopra di Desa Jati Indah Kecamatan Tanjung Bintang sebesar Rp 930,432 per kilogram bahan baku, sedangkan di Desa Budidaya Kecamatan Sidomulyo sebesar Rp 774,432 per kilogram bahan baku, dan (2) sistem pemasaran kopra di Kabupaten Lampung Selatan belum efisien. Hal ini dapat dilihat dari analisis marjin pemasaran, dan elastisitas transmisi harga. Marjin pemasaran yang diterima oleh pedagang pengumpul di Kecamatan Tanjung Bintang adalah Rp 650/kg sedangkan yang diterima oleh pedagang pengumpul di Kecamatan Sidomulyo adalah Rp 230/kg, dan nilai elastisitas transmisi harga yang diperoleh sebesar 1,05. Terdapat perbedaan harga yang cukup besar antara harga di tingkat pengolah dengan harga di tingkat konsumen, nilai elastisitas transmisi harga yang lebih dari satu, dan struktur pasar yang bersaing tidak sempurna.




Поделитесь с Вашими друзьями:


Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2019
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə