Bab 2 landasan teori 1 Tinjauan Umum Sekolah


Sejarah ChezLely Culinary School



Yüklə 458,95 Kb.
səhifə5/6
tarix14.04.2017
ölçüsü458,95 Kb.
#14153
1   2   3   4   5   6

2.5.1.1 Sejarah ChezLely Culinary School

Chezlely Culinary School berdiri pada tanggal 15 Juni 2005. Chez berasal dari bahasa Perancis yang artinya tempat. Sedangkan Lely sendiri diambil dari nama pemilik sekolah masak ini. Ibu Lely Simatupang merupakan lulusan Le Cordon Bleu di Perancis, Awalnya Ibu Lely Simatupang ingin mendirikan cabang Le Cordon Bleu di Indonesia namun hal itu tidak dapat terwujud karena cabang Le Cordon Bleu sudah ada untuk wilayah Asia Pasifik yaitu di New Zealand, Australia. Sehingga atas saran kakaknya beliau membuat sekolah memasak yang perencanaannya dan konsepnya berasal dari beliau sendiri. Konsep awal pendirian sekolah ini adalah sekolah memasak untuk calon chef profesional dengan ijazah yang berlaku secara internasional. Di awal mendirikan ChezLely Culinary School, mengalami beberapa hambatan yang dihadapi oleh pendiri yaitu bagaimana cara mendatangkan siswa. ChezLely Culinary School merupakan tempat kursus masak profesional pertama di Indonesia, namun pada awal-awal berdiri setiap kelasnya hanya mengajarkan 2-3 siswa.

Seiring berjalannya waktu, nama Chezlely Culinary School semakin terkenal di wilayah Jakarta. Sampai saat ini rata-rata kelas dibatasi maksimal delapan siswa per kelas, per harinya total ada 24 siswa dan sudah ada ratusan siswa yang lulus. Salah satu alumni dari Chezlely Culinary School yaitu William Gozali pernah menjuarai salah satu kontes memasak yaitu Masterchef Indonesia.


2.5.1.2 Profil Pemilik ChezLely Culinary School

Bernama lengkap Lely Purnama Simatupang, pendiri sekolah kuliner ini lahir di Pangkal Pinang pada tanggal 9 Januari 1963. Beliau mengambil jurusan Ilmu Teknik Kimia di ITB. Setelah lulus dengan gelar Sarjana Teknik ITB tahun 1986, beliau melanjutkan pendidikan manajemen di PPM, Menteng, Jakarta. Setelah lulus, beliau bekerja di restoran cepat saji McDonald selama 10 tahun dengan jabatan terakhir sebagai salah satu Director of Purchasing. Setelah cukup lama bekerja, Lely kemudian pindah ke PT. Unilever Indonesia Tbk. dengan jabatan Out-of-home Manager, Food Division.

Pada tahun 2003, saat berusia 40 tahun, Lely berkeinginan untuk membuat sesuatu yang berbeda bagi hidupnya. Akhirnya beliau memutuskan untuk sekolah memasak selama enam bulan di Le Cordon Bleu, Paris dengan mengambil program dasar dilanjutkan dengan tingkat lanjutannya. Setelah kembali ke Indonesia, Lely mengurungkan niatnya untuk membuka restoran namun membuka sekolah masak.

2.5.1.3 Visi dan Misi ChezLely Culinary School

ChezLely Culinary School memiliki misi sebagai pusat pembelajaran professional yang dirancang khusus untuk melengkapi para calon chef muda dengan pengetahuan dan teknik memasak. Setiap murid yang belajar di ChezLely bukan hanya sekedar belajar memasak secara teori, tetapi mengutamakan skill atau kemampuan mereka dalam memasak.


        1. Progam Kelas Memasak ChezLely Culinary School

ChezLely Culinary School dibagi menjadi beberapa kategori kelas memasak. Kelas memask dibagi berdasarkan kelasnya dan lama mengajarnya, berikut proga kelas yang terdapat di ChezLely Culinary School.

      1. Professional Cuisine

Program belajar memasak secara profesional. Dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

Jenis Kelas

Basic

Intermediate

Advance

Yang diajarkan

Teknik – teknik dasar memasak

Teknik memasak makanan dari +/-10 negara yang memberikan

Membuat resep

Jumlah kedatangan

30 kali kedatangan

30 kali kedatangan

24 kali kedatangan

Biaya Kelas

Rp. 18.000.000

Rp. 18.000.000

Rp. 12.000.000

5 kali pertemuan dalam seminggu, Satu kali pertemuan 4-5 jam

Sudah termasuk :



    • Seluruh bahan untuk kelas demo dan kelas praktek

    • Seragam murid: 2 set seragam (jaket chef, celana hitam, apron, topi dan Neck Tie), 1 set pisau (terdiri dari 3 pcs chef’s knife, paring knife dan peeler)

    • Food Container

    • Course manual, Field Trip, Group Dinner, ujian akhir, Personal accident insurance, certificate of completion

Tabel 2.20 Progam Kelas Professional Cuisine Chez Lely

Sumber: Dokumentasi Survei



      1. Professional Cuisine of Indonesia

Progam belajar memasak di dapur bagi yang sudah memiliki pengalaman memasak sebelumnya dan ingin mempunyai pengalaman lebih akan memasak makanan Indonesia.

Kriteria Murid

Pemilik atau Calon pemilik restoran/kafe/katering, Calon Chef

Lama Progam

17 kali kedatangan, Senin-Jumat 5 kali seminggu, 4-5 jam/hari.

Biaya

Rp 12.500.000

Sudah termasuk :

    • Seluruh bahan untuk kelas demo dan kelas praktek

    • Seragam murid: 2 set seragam (jaket chef, celana hitam, apron, topi dan Neck Tie), 1 set pisau (terdiri dari 3 pcs chef’s knife, paring knife dan peeler)

    • Food Container

    • Course manual, group picture, ujian akhir, Personal accident insurance, certificate of completion

Tabel 2.21 Progam Kelas Professional Cuisine of Indonesia Chez Lely

Sumber: Dokumentasi Survei

3. Progam Le Cuisiniers Short Course

Progam belajar memasak bagi yang ingin belajar memasak secara kelompok maupun per-orangan yang dibayarkan dalam sekali pertemuan. Pada progam ini murid dapat memilih menu yang ingin dipilih.



Kelas

Group (Min. 4 Orang)

Private (Min. 1 Orang)

Seafood

1. Udang Telur Asin

2. Kepiting Saos Padang

3. Kakap siram taosi



Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Makanan Padang

1. Gulai Kepala Kakap

2. Daun Ubi Tumbuk

3. Sate Padang



4. Ayam Pop

Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Aneka Pie

1.

Apple Pie

2.

Quiche Lorraine

3.

Bitter Chocolate Pie




Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Aneka Steak

1.

Chicken Steak with Mushroom Sauce

2.

Sirloin Steak with Black Pepper Sauce

3.

Salmon Teriyaki Steak With garnish: sauted vegetable and mashed potato




Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Aneka Makanan Jepang

1.

Tempura Mariawase

2.

Chawan Mushi

3.

Sushi




Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Seafood

1.

Chilli Crab Singapore Style

2.

Black Pepper Prawn

3.

Kakap Asam Manis




Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Makanan Tempo Doeloe

1.

Pastel Tutup

2.

Makaroni Schotel

3.

Bistik Lidah

4.

Huzareen Slaa




Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Masakan Manado

1. Kerapu kuah asam

2. Gurame woku balanga

3. Cakalang rica-rica

4. Sup brenebon


Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Masakan Bali

1. Bebek Betutu

2. Sate lilit

3. Gurame saus mangga

4. Lawar


Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Makanan Khas

1. Ayam Kodok

2. Glazed Vegetable

3. Kentang ongklok



Rp. 750.000

Rp. 2.000.000

Tabel 2.22 Progam Le Cuisiniers Short Course

Sumber: Dokumentasi Survei



2.5.1.5 Struktur Organisasi

Diagram 2.2 Struktur Organisasi ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Survei

Menurut struktur organisasi ini, ChezLely Culinary School memiliki 15 pekerja yang sudah termasuk dengan pemilik. Untuk pengajar sendiri, ChezLely Culinary School hanya memiliki satu pengajar tetap, namun chef tersebut dibantu oleh dua assistant. Untuk pengajar di ChezLely Culinary School pemilik sering mengundang chef tamu yang bersifat freelance dan tidak tetatp untuk mengajar progam kelas memasak yang ada di ChezLely Culinary School


2.5.1.6 Analisa Fasilitas di ChezLely Culinary School

  1. Arsitektur Bangunan

Dari segi arsitektur, ChezLely Culinary School memiliki taman yang cukup luas dan asri yang disertai dengan banyak tumbuhan. Lahan kosong yang tersedia telah direncanakan apabila nanti ChezLely Culinary School akan melakukan ekspansi penambahan fasilitas pada bangunan. Menurut analisa penulis, bangunan memiliki ventilasi yang baik, namun bukaan jendela kurang dimanfaatkan secara maksimal.

Gambar 2.18 Arsitektur Bangunan ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Demonstration Room

Demonstration Room memiliki bukaan yang dimanfaatkan secara maksimal, sehingga sirkulasi udara dapat keluar dan masuk dengan baik. Bukaan jendela yang lebar juga sangat membantu pencahayaan alami sehingga siswa didik dapat melihat dengan jelas demostration dari pengajar. Namun menurut penulis, peletakan barang kurang disusun dengan baik sehingga terlihat kurang teroganisir.

Gambar 2.19 Demonstration Room ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Practical Room

Practical Room digunakan setelah kelas demo selesai. Dimana hasil demonstration pengajar akan dipraktikkan di ruangan ini. Menurut analisa penulis, ruangan ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu terdapat drainase pada lantai, sehingga mencegah lantai yang licin akibat dari minyak. Kekurangannya yaitu kurangnya sirkulasi yang ergonomis, sehingga kurang memiliki sirkulasi ruang gerak yang baik, kurangnya pencahayaan dan penghawaan alami sehingga membutuhkan penghawaan buatan dari exhaust fan yang jumlahnya cukup banyak untuk menyaring udara dan pencahayaan buatan dari jumlah lampu. Ruangan ini juga memiliki air conditioner untuk mengurangi panas udara yang terdapat pada dapur.

Gambar 2.20 Practical Room ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Diswasher Area

Area Dishwasher berada di belakang kelas praktek. Menurut analisa penuli terhadap ruangan ini yaitu terdapat aliran air / tegel pada lantai sehingga lantai tidak licin dan mengurangi resiko tergelincir akibat lantai yang licin. Ruangan ini memiliki pintu ke arah taman yang menjadi salah satu sumber masuknya udara alami dan pertukaran udara. Namun, penataan barang di ruang ini terbuka sehingga terlihat kurang terorganisir.

Gambar 2.21 Dishwasher Room ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Reception Area

Menurut analisa penulis terhadap area resepsionis ini, memiliki sirkulasi udara, ruang gerak dan pencahayaan alami yang baik namun, area resepsionis juga terlihat rapi dan teroganisir. Namun dari segi desain masih belum di desain dengan baik.

Gambar 2.22 Reception Area ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Area Loker

Ruangan ini adalah tempat dimana peserta didik menaruh barang-barang bawaan mereka sebelum memasuki ruangan kelas. Menurut analisa penulis terhadap ruangan ini, ruangan loker pada pria dan wanita sudah seharusnya terpisah, namun pada loker ini dijadikan satu satu untuk area musholla, sehingga perlu adanya tambahan ruangan musholla.

Gambar 2.23 Loker Wanita (Kiri) dan Loker Pria (Kanan)



ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi



  1. Area Reparasi

Menurut analisa penulis terhadap ruangan ini, ruangan ini memiliki sirkulasi gerak ruang yang kurang ergonomis dan peralatan barang terlihat kurang terorganisir. Namun ruangan ini memiliki akses pintu belakang yang memudahkan pihak purchasing kepada pihak dishwasher preparation untuk menyiapakan bahan baku makanan sehingga tidak perlu melewati akses depan.

Gambar 2.24 Area Reparasi ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Tempat Penyimpanan Tabung Gas

Menurut analisa penulis terhadap ruangan ini, Area gas memang sebaiknya berada di ruang terbuka atau memiliki bukaan, sehingga terdapat keluarnya udara pada gas. Namun area pada tabung kurang dibersihkan dengan baik.

Gambar 2.25 Area Penyimpanan Tabung Gas



ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi



  1. Area Lounge

Area Lounge menjadi tempat para murid untuk berkumpul, menunggu kelas, dan mencicipi makanan hasil masakan mereka. Menurut analisa penulis, area lounge ini terdapat sky light sehingga pada siang hari, tanpa bantuan pencahayaan buatan telah memaksimalkan secara baik pencahayaan alami. Ruangan ini memiliki sirkulasi udara yang baik karena terdapat ventilasi. Ruangan ini juga memiliki akses utama terhadap fasilitas-fasilitas sekolah masak.

Gambar 2.26 Area Lounge ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Ruang Direktur

Menurut analisa penulis, Ruang direktur memiliki sirkulasi ruang gerak yang kurang baik yang mengakibatkan jalur pintu dengan kursi tamu terbentur. Penataan barang juga kurang terorganisir dengan baik dan tidak terdapat pencahayaan atau penghawaan secara alami.

Gambar 2.27 Ruang Direktur ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


  1. Ruang Staff

Menurut analisa penulis, ruang ini kurang teroganisir dengan baik sehingga file-file trlihat kurang rapi dan tidak adanya pencahayaan alami maupun penghawaan secara alami.

Gambar 2.28 Ruang Staff ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi PribadiToilet


  1. Toilet

Menurut analisa penulis,toilet ini memiliki sirkulasi udara yang baik karena terdapat ventilasi pada toilet ini, namun memiliki sirkulasi ruang gerak yang kurang ergonomis.

Gambar 2.29 Toilet Pria (Kiri) dan Toilet Wanita (Kanan)



ChezLely Culinary School

Sumber: Dokumentasi Pribadi


2.5.2 Tinjauan Khusus Jakarta Culinary Center - Mall Alam Sutera

Jakarta Culinary Center memiliki kurikulum terintegrasi dan sistem belajar yang memprioritaskan belajar dan praktek dengan instruktur dimana kebanyakan dari mereka adalah professional di bidangnya dan pengusaha kuliner yang sukses. Dengan kurikulum yang memfokuskan untuk praktek secara langsung (hands-on-cooking) dan juga teori manajemen dan operasional, yang dibawakan oleh pengajar yang berpengalaman di bidang kuliner sehingga setiap peserta akan mengerti seluk beluk terhadap bidang kuliner.

Gambar 2.30 Logo Jakarta Culinary Center

Sumber: Dokumentasi Pribadi

2.5.2.1 Sejarah Jakarta Culinary Center

Jakarta Culinary Center didirikan sejak 2005 oleh Teddy Harsono, Jakarta Culinary Center merupakan salah satu institusi kuliner terfavorit yang ada di Jakarta. Sebagai pencinta dunia kuliner bapak Teddy Harsono mengembangkan usaha di bidang kuliner berupa sekolah masak Jakarta Culinary Center dan restoran-restoran seperti Ichiban Sushi, Restoran Ta Wan, Ajisen Ramen, Gula Merah dan lain-lain. Meningkatnya jumlah orang yang tertarik dalam mengeksplorasi dunia kuliner adalah salah satu alasan utama didirikan Jakarta Culinary Center.

Pengalaman belajar di Jakarta Culinary Center terdiri dari pengetahuan makanan seperti masakan Asia, masakan Eropa, masakan Mediterania, dan sebagainya. Beberapa murid dari Jakarta Culinary Center telah memenangkan beberapa penghargaan dalam kompetisi memasak dan juga pameran kuliner.

Sampai saat ini, Jakarta Culinary Center sendiri sudah berdiri 10 tahun dan memiliki cabang di kawasan Jakarta dan Tanggerang. Berikut adalah cabang-cabang Jakarta Culinary Center :


    • Jakarta Culinary Center - Mall Alam Sutera

    • Jakarta Culinary Center - Mall Ciputra

    • Jakarta Culinary Center - Mal Artha Gading

    • Jakarta Culinary Center - Sudirman

    • Jakarta Culinary Center – Senayan

        1. Visi dan Misi Jakarta Culinary Center

Visi : Meningkatkan dan fokus dalam industri makanan dan minuman dan menjadi pusat institusi kuliner dimana orang orang berpotensi dapat meningkatkan karir mereka, karena seni kuliner akan sangat menjanjikan di masa mendatang.

Misi: Meningkatkan karir, bisnis, dan mempersiapkan sumber daya manusia dalam industri kuliner dengan pengetahuan yang benar dan cara yang benar untuk masa depan makanan dan minuman.

2.5.2.3 Target Pemasaran

Menjadi koki hebat membutuhkan kualifikasi yang jauh dari hanya sekedar menjadi ahli masak yang berbakat. Berbeda dengan memasak biasanya, dibutuhkan keterampilan, teknik, pengetahuan ilmiah, kemampuan berorganisasi serta kemampuan untuk menjadi koki hebat (Head Chef). Terlebih lagi, ada banyak pilihan terbuka lebar bagi orang orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman sebagai koki, seperti pemilik restoran, pengusaha katering, koki pribadi, koki hotel, ahli nutrisi, ilmuwan makanan, penulis buku tentang makanan, reviewer makanan, dan lain lain.

Oleh karena itu target dari Jakarta Culinary Center (peserta sekolah masak) tidak dibatasi umur dan jenis kelamin. Namun untuk kelas anak-anak akan diberikan pengawasan ekstra dan biasanya dibuka kelas saat liburan. Untuk progam professional minimal 13 tahun dan maksimal tidak dibatasi usia.


        1. Yüklə 458,95 Kb.

          Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin