Pengelolaan Laboratorium Pengujian Pertemuan 19-20 tik mahasiswa dapat merencanakan, mendisain, dan mengelola laboratorium pengujian. (C5) tik-29



Yüklə 488 b.
tarix04.06.2017
ölçüsü488 b.


Pengelolaan Laboratorium Pengujian Pertemuan 19-20


TIK

  • Mahasiswa dapat merencanakan, mendisain, dan mengelola laboratorium pengujian. (C5) TIK-29

  • Mahasiswa dapat mengatur laboratorium pengujian. (C5) TIK-30



Laboratorium Pengujian (Test Laboratory)

  • Laboratorium pengujian adalah tempat dimana suatu proses pengujian dilakukan.

  • Penggunaan kata “laboratorium” disini untuk menekankan bahwa pelaku pengujian harus mengendalikan seluruh proses percobaan pengujian dan melakukan pengukuran serta mencatat hasilnya.

  • Laboratorium pengujian merupakan laboratorium rekayasa teknik (engineering laboratory), bukan merupakan laboratorium penelitian.

  • Laboratorium pengujian yang baik harus terstruktur dan diorganisasikan secara rapi.



Laboratorium Pengujian

  • Sebuah laboratorium pengujian merupakan suatu lokasi yang ada secara fisik.

  • Apabila tersedia lebih dari satu lokasi laboratorium pengujian, maka akan sangat berguna bila tiap lokasi laboratorium tersebut diberi nama.

  • Bahkan, apabila pengujian dilakukan secara terdistribusi maka dimungkinkan untuk digunakan beberapa laboratorium yang lokasinya tersebar di berbagai negara.

  • Dalam topik ini akan dibahas proses perencanaan, pembangunan, dan pengoperasian laboratorium pengujian.



Beberapa hal yang harus diingat.

  • Pengujian dapat dilakukan di tempat lain yang bukan merupakan laboratorium pengujian. Contoh: di rumah, di kantor, di kantor pemasaran/penjualan, bahkan di ruang tunggu bandara saat transit.

  • Topik bahasan ini memfokuskan pada beberapa macam laboratorium: laboratorium pengujian perangkat keras terhadap pengaruh lingkungan, kehandalan, radiasi elektromagnetik, suara (kebisingan), dan kompatibilitas perangkat lunak; dan laboratorium pengujian perangkat lunak, terhadap kompatibilitas perangkat keras, tingkah laku sistem, unjuk kerja, dan kemiripan.

  • Istilah “Test Platform” mengacu pada perangkat keras yang digunakan penguji untuk melakukan pengujian. Dalam kasus pengujian perangkat keras, ini sering kali merupakan sistem yang memang direncanakan akan diuji, tetapi hal ini tidak selalu demikian. Sedangkan dalam kasus pengujian perangkat lunak, test platform adalah host dari sistem (perangkat lunak) yang diuji.



Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan laboratorium.

  • Faktor manusia.



Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan laboratorium.

  • Faktor manusia.



Kebutuhan akan Laboratorium Pengujian

  • Tidak semua organisasi pengujian membutuhkan laboratorium pengujian. Beberapa organisasi pengujian membutuhkan sebuah laboratorium hanya pada waktu tertentu saja; sedangkan ada pula organisasi yang tidak dapat melakukan pengujian tanpa tersedianya laboratorium.

  • Tetapi oleh karena pengadaan dan perawatan sebuah laboratorium pengujian memerlukan biaya yang mahal, maka dalam mengevaluasi akan kebutuhan suatu laboratorium pengujian harus dilakukan secara cermat.

  • Berikut ini adlh pertanyaan2 yg dpt menolong utk menentukan apkh memang benar2 diperlukan keberadaan laboratorium pengujian dlm suatu organisasi.



Apakah laboratorium pengujian diperlukan?

  • Apakah dalam pengujian diperlukan alat uji yang besar seperti bilik khusus (chamber)? Apakah alat uji yang digunakan tidak mudah untuk dipindah-pindahkan dan membutuhkan lokasi permanen? Contoh: Osiloskop.

  • Apakah lingkungan dengan kondisi khusus dibutuhkan ? Jika test platform memerlukan kondisi lingkungan yang ketat (seperti untuk server) atau kebutuhan akan tegangan yang tidak lazim (seperti sentral telepon), maka diperlukan paling tidak sebuah ruang server, jika tidak sebuah lab pengujian yang terpisah.

  • Apakah keamanan menjadi masalah? Sebagai contoh, ketika dilakukan pengujian perangkat keras dan perangkat lunak baru dan kerahasiaan terhadap pesaing harus dijaga. Sesuatu yang rahasia akan tetap menjadi rahasia hanya jika orang-orang tertentu saja yang mengehatui hal itu. Lebih jauh lagi, jika dilakukan pengujian kompatibilitas dengan berbagaimacam paket perangkat lunak maka CD-ROM dan disk adalah merupakan barang berharga, seperti juga CPU, tape drive, hard drive, dan sebangsanya. Menjaga akses yang terbatas terhadap barang-barang tersebut (khususnya dalam lemari yang terkunci) akan menghemat ribuan dollar terhadap kejadian kehilangan setiap tahunnya.



Apakah laboratorium pengujian diperlukan?

  • Apakah dibutuhkan pencegahan agar pihak yang bukan pelaku pengujian tidak dapat mengakses fasilitas dalam lingkungan pengujian? Kadang-kadang terjadi seseorang dari tim lain tidak dapat melakukan sesuatu karena tidak tersedianya komputer yang dapat digunakan sehingga ia mencoba menggunakan perangkat keras yang sesunguhnya sedang digunakan untuk proses testing. Dan ia lupa untuk mengembalikannya ke keadaan semula yang kemudian dapat mengacaukan proses tetsing yang dijalankan. Apabila dalam lingkungan kerja terdapat beberapa orang seperti ini maka dibutuhkan sebuah test lab yang formal.

  • Apakah diperlukan fasilitas pengujian dalam jangka waktu yang lama? Dapatkah beberapa proyek sekaligus menanggung biaya operasianal laboratorium sehingga akan menekan beban biaya bagi organisasi secara keseluruhan? Dapatkan laboratorium pengujian dibuat sebagai profit center (penghasil keuntungan) dengan menjual alat bantu dan jasa pengujian ke pihak luar?



Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan laboratorium.

  • Faktor manusia.



Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian

  • Ukuran luas (Size)

  • Pencahayaan (Lighting)

  • Tata letak (Layout)

  • Climate Control

  • Fire Safety and prevention

  • Listrik (Power)

  • Medan Statis (Static)

  • Fasilitas



Ukuran luas (Size)

  • Apakah kemungkinan lokasi laboratorium cukup luas untuk memenuhi kebutuhan sebuah test lab?

  • Bila bentuk ruangan tidak persegi panjang / bujur sangkar dan cukup luas, maka ukuran harus diperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan tata letak – harus diperhatikan kebutuhan ruang kerja sesungguhnya.

  • Juga harus diperhatikan tingginya langit-langit, karena mungkin ada rak peralatan yang cukup tinggi.

  • Selain itu harus diperhatikan pula masalah pintu. Segala sesuatu yang ada di dalam lab harus dapat masuk dan keluar dengan mudah, sehingga lokasi pintu, ukuran, dan arah buka/tutup daun pintu harus diperhatikan.



Pencahayaan (Lighting)

  • Jendela dapat memberikan kesan estetika dan kenyamanan bagi orang yang berada dalam ruangan. Tetapi kadang2 jendela juga menjadi masalah saat sinar matahari menembus masuk langsung dari jendela. Sinar matahari ini selain menimbulkan panas, sinar ini akan mengakibatkan tampilan pada layar monitor sulit untuk dilihat dan panas yang ditimbulkannya dapat merusak berbagai peralatan.

  • Seluruh jendela dalam lab harus dibuat agak gelap dan dilengkapi dengan tirai. Juga harus dipertimbangkan ketinggian dari jendela. Apabila jendela berada pada lantai dasar atau dengan dengan lantai dasar maka akan dapat menimbulkan masalah keamanan.

  • Apabila digunakan penerangan buatan, maka lampu neon paling umum digunakan dan merupakan yang terbaik. Lampu pijar hanya dapat menerangi area yang terbatas, walaupun lampu pijar tidak menimbulkan masalah sakit kepala atau gangguan pada mata. Lokasi penempatan lampu dan jendela harus diperhatikan untuk memberikan kenyamanan dalam bekerja (mambaca dokumen dan melihat tampilan monitor).



Tata letak (Layout)

  • Ketika kita memilih sebuah ruangan lab, harus diingat jenis meja dan rak peralatan yang akan digunakan. Ruangan berbentuk persegi sangat tepat bila seluruh peralatan diletakan dalam rak atau bila peralatan dapat dipindah-pindahkan secara bebas. Tetapi apabila lab akan menggunakan meja maka ruangan luas berbentuk persegi panjang akan lebih tepat.

  • Dalam ruangan harus disediakan area bebas untuk memudakan pekerja bergerak secara bebas dalam ruangan.



Pengkondisi Udara (Climate Control)

  • Lab harus memiliki penyejuk udara yang cukup atau pemanas ruangan (apabila berada di lokasi dengan 4 musim) untuk memberikan suhu dan kelembaban udara yang stabil bagi peralatan dan pekerja.

  • Pengaturan kondisi udara ini harus aktif selama 24 jam.

  • Lebih baik lagi apabila dilengkap dengan sensor suhu sehingga bila suhu atau kelembaban udara berada diluar batas toleransi yang diijinkan maka peralatan akan mati secara otomatis.

  • Sensor suhu dan kelembaban udara harus ditempatkan pada lokasi yang sesuai.



Pencegah dan Pemadam Kebakaran

  • Setiap tempat kerja harus dilengkapi dengan detektor asap atau api, baik yang dicatu dengan batere maupun yang dicatu dengan listrik tetapi di-back up dengan batere. Detektor ini harus diuji fungsi secara teratur.

  • Untuk mencegah kebakaran maka lab harus memiliki pemadam kebakaran portabel yang aman terhadap listrik dan efektif.

  • Jika di dalam lab terdapat peralatan yang besar seperti komputer mainframe atau sentral peralatan komunikasi, maka diperlukan peralatan pengendalian kebakaran yang canggih yang aman baik bagi peralatan maupun karyawan.

  • Peralatan pendeteksi dan penanggulangan kebakaran ini harus mudah diakses.



Daya Listrik (Power)

  • Bebagai jenis sumber daya listrik harus disiapkan dalam lab. Contoh: 120 VAC, 240 VAC, 480 VAC, 48 VDC, dan sebagainya.

  • Sumber tegangan listrik ini harus tersedia di tempat yang tepat.

  • Sebagai tambahan, daya listrik yang masuk harus stabil, sesuai dengan spesifikasi sesuai standar dan tidak boleh terputus, bebas dari spikes, surges, sags, brownouts, dan blackouts yang mengganggu jaringan listrik.

  • Tetukan tataletak soket stop kontak pada lokasi2 yang sesuai dengan jumlah yang memadai.



Medan Statis (Static)



Fasilitas



Sebuah contoh tata letak sebuah laboratorium pengujian.



Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan laboratorium.

  • Faktor manusia.



Persediaan Laboratorium Pengujian

  • Barang-barang dan peralatan-peralatan yang diperlukan dalam suatu laboratorium pengujian akan berbeda-beda tergantung dari jenis pengujian yang akan dilakukan.

  • Faktor2 yang mempengaruhinya adalah: jenis sistem yang akan diuji.

  • Pentingnya akan suatu kebutuhan tergantung sekali terhadap jenis pengujian yang akan dilakukan.

  • Kebutuhan laboratorium pengujian perangkat keras juga akan berbeda dengan kebutuhan laboratorium yang digunakan untuk pengujian perangkat lunak.

  • Pokok bahasan berikut ini akan membahas kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk melengkapi suatu laboratorium pengujian.



Perangkat Lunak

  • Sistem operasi.

  • Aplikasi.

  • Alat bantu pengujian dan perangkat lunak pelengkap/pendukung lainnya (Utilities)



Perangkat Keras

  • PC Cards.

  • Monitor/Video Cards.

  • Printer dan Scanner.

  • Modem/Network cards.

  • Data Storage.

  • Surge Protector / UPS units.

  • Cables.

  • Jaringan komputer.



Bahan Habis Pakai

  • Computer Media.

  • Alat tulis/kantor.

  • Printer Supplies.



Perabotan

  • Mesin foto copy dan printer.

  • Mesin penghancur dokumen.

  • Meja kerja (bench), meja kantor, kursi tanpa sandaran, dan kursi kerja.

  • Alas mouse.

  • Alas anti statis.



Peralatan

  • Instrumen khusus: osiloskop, multimeter.

  • Perangkat lunak pengelolaan pengujian: bug tracking system, test tracking.

  • Toolkit untuk komputer: obeng, tang, dll.



Bahan-bahan Referensi

  • Buku Teks.

  • Buku standarisasi.

  • Buku telepon & Halaman Kuning.





Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan laboratorium.

  • Faktor manusia.



Masalah Keamanan dan Penelusuran

  • Keamanan fisik perangkat keras dan perangkat lunak: pencegahan terhadap terjadinya kerusakan, pencurian, dan kehilangan lainnya.

  • Ada satu orang yang bertanggung jawab setiap saat terhadap suatu barang yang ada dalam laboratorium.

  • Menerapkan konsep due dilligence terhadap anggota tes tim.

  • Membertimbangkan kebutuhan akan asuransi terhadap aset laboratorium pengujian.

  • Perhatian terhadap hak milik intelektual.

  • Sebelum meninggalkan ruangan maka meja kerja arus dibersihkan dan mengunci laci & lemari.



Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan laboratorium.

  • Faktor manusia.



Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi

  • Pendekatan umum: mengunakan label aset.

  • Konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak: basis data logistik.

  • Basisdata logistik tidak hanya digunakan untuk mencatat konfigurasi perangkat lunak dan perangkat keras saja, tetap digunakan juga untuk meyimpan informasi tentang konfigurasi data.



E-R Diagram Basisdata Logistik



Konfigurasi Data

  • Diluar konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak, dimensi lainnya yang penting dalam sebuah konfigurasi test platform adalah data.



  • Termasuk dalam dimensi data adalah basis data dan file konfigurasi (Windows Registry atau Unix cron tables) seperti test input, output, dan log files.

  • Data dapat mempengaruhi tingkah laku sistem sama seperti hardware dan software.

  • Tantangan lainnya dalam pengelolaan data pada proses testing adalah data selalu berubah selama pelaksanaan proses testing.



Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga lingkungan laboratorium tetap bersih.

  • Faktor manusia.



Menjaga Lingkungan Pengujian tetap Bersih

  • Seperti yang telah ditekankan sebelumnya, adalah penting untuk mengetahui secara tepat kondisi atau konfigurasi pada masing-masing sistem pengujian setiap saat selama proses pengujian berlangsung.

  • Bila tidak, maka bug akan tidak dapat dihasilkan kembali dan laporan bug menjadi tidak akurat.

  • Meskipun hal ini terjadi, namun pada kenyataannya kebanyakan orang menganggap remeh terhadap pentingnya pengelolaan konfigurasi dalam lingkungan pengujian.



Menjaga Lingkungan Pengujian tetap Bersih

  • Pada proses pencarian kesalahan, kebanyakan programmer ingin untuk dapat mengubah konfigurasi sistem dengan cepat dan segera melakukan percobaan; tanpa mendokumentasikan setiap langkah perubahan yang dilakukan yang dapat memperlambat proses pengujian.

  • Namun disayangkan, tindakan ini tidak selaras dengan tujuan untuk memelihara konfigurasi dari platform pengujian yang bertentangan dengan keinginan untuk memperbaiki kesalahan dengan cepat.



Menjaga Lingkungan Pengujian tetap Bersih

  • Dari sudut panjang pengujian, solusi yang mungkin paling baik untuk masalah ini adalah mencegah dilakukaknnya setiap aktifitas penelusuran dan perbaikan kesalahan pada platformpengujian. Tim pengembang seharusnya memiliki laboratorium pengembangan tersendiri yang terpisah dari fasilitas pengujian yang akan menhindari keperluan untuk bekerja dalam laboratorium pengujian.

  • Dalam prakteknya, kadang-kadang dapat dijumpai adanya bug yang hanya muncul pada lingkungan pengujian karena lingkungan pengujian dikonfigurasikan semirip mungkin dengan konfigurasi yang nantinya akan digunakan oleh pengguna.



Menjaga Lingkungan Pengujian tetap Bersih

  • Dalam prakteknya tidak ada solusi yang mudah untuk hal ini. Di salah satu pihak, bila proses debugging harus dilakukan di luar test lab maka dapat berdampak terhadap waktu pelaksanaan pengujian yang menjadi tertunda. Di pihak lainnya, bila tim pengembang dibiarkan melakukan debugging pada test platform maka akan dapat timbul kekacauan pada test platform itu sendiri yang menimbulkan masalah pada proses testing.

  • Sehingga bila Anda menghadapi situasi dimana Anda harus berbagai sumber daya dengan tim pengembang maka salah satu cara yang dilakukan untuk menghidari kekacauan konfigurasi dari platform pengujian adalah dengan melakukan back-up sebelum sistem digunakan oleh tim pengembang/programmer.



Menjaga Lingkungan Pengujian tetap Bersih

  • Backup konfigurasi ini dapat disimpan dalam suatu kepustakaan konfigurasi pada suatu media memori eksternal seperti tape atau network drive.

  • Mungkin tim pengujian membutuhkan konfigurasi D0 sementara pihak pengembang menginingkan konfigurasi Di dan Dj. Semua konfigurasi ini dapat disimpan dalam kepustakaan konfigurasi.



Pokok-pokok Bahasan

  • Kebutuhan akan laboratorium pengujian.

  • Memilih dan merencanakan laboratorium pengujian.

  • Persediaan dalam laboratorium pengujian.

  • Masalah Keamanan dan Penelusuran.

  • Pengelolaan Peralatan dan Konfigurasi.

  • Menjaga kebersihan lingkungan laboratorium.

  • Faktor manusia.



Faktor Manusia

  • Meskipun fokus bahasan pada topik ini adalah lebih kepada material/bahan-bahan dalam sebuah laboratorium dan segala informasi yang berhubungan dengan material/bahan-bahan tersebut, namun perlu juga diingat orang-orang yang bekerja dalam laoratorium pengujian tersebut.

  • Ada 3 hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan faktor manusia yang bekerja dalam sebuah laboratorium, yaitu:

    • Keamanan dalam laboratorium.
    • Kerusakan pada peralatan laboratorium.
    • Produktivitas dalam laboratorium.


Keamanan dalam Laboratorium

  • Laboratorium pengujian perangkat lunak pada umumnya adalah merupakan laboratorium biasa dimana tidak ada resiko terhadap bahaya kimia, listrik, radiasi, atau mekanik.

  • Namun demikian, setiap orang yang bekerja dalam laboratorium harus memahami aspek-aspek keamanan dasar dan melaksanakannya sebagai kebiasaan.

  • Segala tindakan yang dilakukan tanpa dipikirkan dan kecerobohan dapat membahayakan, melukai diri sendiri atau orang lain, atau merusak peralatan, sistem, dan fasilitas dalam laboratorium.



Keamanan dalam Laboratorium

  • Sebagai contoh: bila seseorang bekerja dengan perangkat keras komputer, maka sebaiknya menggunakan jas laboratorium. Atau apabila dianggap jas lab terlalu berlebihan maka paling tidak orang tersebut bekerja dengan tidak menggunakan baju yang sangat longgar dan dimohon untuk menyelipkan atau mengikat setiap bagian yang dapat terlepas & menyangkut seperti dasi, bandana (seperti dasi pramuka), dan syal.

  • Rambut dan perhiasan juga dapat menyebabkan masalah yang serupa. Jenggot, rambut panjang, kumis yang panjang dalam kondisi tertentu dapat tersangkut pada bagian komputer yang bergerak (mis. fan).



Keamanan dalam Laboratorium

  • Rambut yang basah atau lembab dapat menimbulkan hubung singkat pada rangkaian elektronik yang sedang menyala.

  • Kalung yang longgar, cincin, dan gelang dapat tersangkut pada bagian2 komputer yang menonjol. Selain itu perhiasan-perhiasan yang lain seperti anting-anting telinga dan hidung, serta perhiasan-perhiasan lainnya yang menempel pada bagian-bagian tubuh yang tidak terlindung dapat tersangkut yang akan menimbulkan rasa sakit atau bahkan mengakibatkan luka yang berbahaya.

  • Bagian2 komputer yang tajam juga harus diwaspadai karena dapat melukai tubuh.



Keamanan dalam Laboratorium

  • Mungkin dapat dipertimbangkan penggunaan sarung tangan saat bekerja dengan perangkat keras, tetapi sarung tangan kadang2 juga menyulitkan apabila kita sedang bekerja dengan komponen2 yang kecil, seperti IC/chip, jumper, dan mur/sekrup.

  • Pelindung mata kadang2 juga diperlukan apabila kita bekerja dengan komponen2 perangkat keras.

  • Detektor asap, alaram kebakaran, dan peralatan pemadam kebakaran harus selalu tersedia dalam lab.

  • Para pekerja juga harus mengetahui jalur evakuasi saat terjadi keadaan darurat.



Keamanan dalam Laboratorium

  • Untuk menghindari terjadinya cedera pada anggota2 tubuh seperti tangan, pergelangan tangan, dan tulang belakang maka tata letak papan ketik dan mouse harus diletakan sedemikian rupa sehingga memberi kenyamanan pada orang yang bekerja dan menghindari terjadinya cedera pada tubuh.



Kerusakan pada Peralatan Laboratorium

  • Pekerja dalam laboratorium juga dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan. Contoh: menumpahkan cairan pada papan ketik, jari yang berminyak dapat menyebabkan touchpad menjadi tidak sensitif.

  • Pada umumnya organisasi melarang karyawan bekerja sambil makan atau minum di dalam laboratorium.

  • Keberadaan magnet dalam lab juga dapat merusak media magnetik, seperti disket dan kartu magnetik.

  • Klip kertas, pin logam, dan obyek logam kecil lainnya dapat terjatuh dan tersangkut dalam komputer yang akan mengakibatkan terjadinya hubung singkat dan merusak komputer.



Kerusakan pada Peralatan Laboratorium

  • Guncangan, getaran, dan terjatuh juga menjadi penyebab kerusakan peralatan.

  • Pergunakanlah peralatan yang sesuai saat bekerja dengan perangkat keras.

  • Pikirlah dua kali sebelum mengerjakan sesuatu. Bekerjalah seteliti mungkin.

  • Gunakan gelang dan alas anti statis dengan sistem pentanahan yang baik bila bekerja dengan komponen-komponen elektronik (IC / micro chip).

  • Hati-hatilah saat membersihkan peralatan, gunakanlah cairan pembersih dan peralatan yang sesuai. Lakukanlah dengan hati-hati.



Produktivitas dalam Laboratorium Pengujian

  • Penataan tata letak dalam laboratorium menjadi faktor yang penting bagi produktivitas pekerja.

  • Peralatan dan workstation harus ditata sedemikian rupa sehingga meminimumkan pergerakan pekerja dalam laboratorium.

  • Keberadaan radio, TV, CD, tape, dan sarana hiburan lainnya mungkin juga dapat mengakibatkan penurunan produktivitas kerja oleh karena mengganggu konsentrasi pekerja.

  • Produktivitas dapat ditingkatkan dengan memberikan dua buah workstation untuk masing-masing pekerja.



Produktivitas dalam Laboratorium Pengujian

  • Satu workstation digunakan untuk mengakses alat bantu pengujian seberti bug tracking database, test tracking spreadsheet, system configuration tracking database, dan sumber-sumber informasi serta sarana pelaporan lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pengujian dan pelaporannya.

  • Sedangkan workstation yang lainnya digunakan untuk melakukan pengujian.



Ringkasan

  • Laboratorium pengujian adalah laobratorium rekayasa teknik tempat dimana suatu proses pengujian dilakukan.

  • Tidak semua proyek pengujian memerlukan laboratorium pengujian secara khusus. Tergantung dari jenis pengujian yang dilakukan.

  • Dalam memilih dan merencanakan laboratorium pengujian harus diperhatikan faktor2 sebagai berikut: Ukuran luas (Size), Pencahayaan (Lighting), Tata letak (Layout), Climate Control, Fire Safety and prevention, Listrik (Power), Medan Statis (Static), dan Fasilitas pendukung.

  • Persediaan (inventory) yang diperlukan dalam suatu laboratorium pengujian akan berbeda-beda tergantung dari jenis pengujian yang akan dilakukan dan harus dikelola dengan suatu basis data logistik.

  • Keamanan fisik perangkat keras dan perangkat lunak sangat penting. Harus dipikirkan masalah pencegahan terhadap terjadinya kerusakan, pencurian, dan kehilangan lainnya.



Ringkasan (lanjutan)

  • Ada 3 hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan faktor manusia yang bekerja dalam sebuah laboratorium, yaitu:

    • Keamanan dalam laboratorium.
    • Kerusakan pada peralatan laboratorium.
    • Produktivitas dalam laboratorium.


Daftar Pustaka/Referensi

  • 1. Black R. (2002). Managing the testing process. 2. John Wiley & Sons. New York.

  • 2. Kaner, C., Falk J. & Nguyen H.Q. (1999). Testing computer software. 2. John Wiley & Sons. New York.

  • 3. Myers G.J., Sandler, C., Badgett, T., & Thomas, T.M. (2004). The art of software testing. 2. John Wiley & Sons. New York.



Latihan









Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2019
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə