Eugenia uniflora L. Terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih jantan galur wistar



Yüklə 127,67 Kb.
tarix01.08.2017
ölçüsü127,67 Kb.
http://unnes.ac.id/wp-content/uploads/logo-unnes.jpg

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN DEWANDARU

(Eugenia uniflora L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR

GULA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

(Rattus norvegicus L.) YANG DIINDUKSI SUKROSA

BIDANG KEGIATAN:

PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:

Nining Puji Astuti (4401414063) Angkatan 2014

Afi Fitriyaningsih (4311413023) Angkatan 2013

Putri Mei Wahyui (4401412034) Angkatan 2012

Retno Wulandari (4401414053) Angkatan 2014



UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

SEMARANG

2015

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN

  1. Judul Kegiatan :

  2. Bidang Kegiatan : PKM-P

  3. Ketua Pelaksana Kegiatan

  1. Nama Lengkap : Nining Puji Astuti

  2. NIM : 4401414063

  3. Jurusan : Biologi

  4. Universitas : Universitas Negeri Semarang

  5. Alamat Rumah dan No. Hp : Manggoran RT 05/07, Bondowoso,

Mertoyudan, Magelang, 56172

087705493032



  1. Alamat email : niepuji96@gmail.com

  1. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 orang

  2. Dosen Pendamping

  1. Nama Lengkap dan Gelar :

  2. NIDN :

  3. Alamat Rumah dan No. Hp :

  1. Biaya Kegiatan Total

  1. Dikti :

  1. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan

Semarang, 09 Juni 2015

Menyetujui

Ketua Jurusan/Departemen/Program Studi Ketua Pelaksana Kegiatan

(Drs. Andin Irsyadi, S.Pd, M.Pd) (Nining Puji Astuti)

NIP 132258171 NIM. 440141063

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping

(Prof. Dr Masrukhi, M.Pd) ( )

NIP. 196205081988031002 NIP/NIK.



DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………………………………………i

Halaman Pengesahan…………………….…………………..…………..ii

Daftar Isi……………………….....………………………..……….…...iii

Ringkasan………………………………………………………………..iv

BAB I. PENDAHULUAN



        1. Latar Belakang ……………………………………………………....1

        2. Perumusan Masalah…….……………………………….…………...1

        3. Tujuan………….……...………………………………………….….2

        4. Luaran yang Diharapkan………………………………………….….2

        5. Kegunaan…………….……………………………………….......….2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

          1. Dasar teori…………………………………………………………....3

          2. Hipotesis…………………………………………………………...…4

BAB III. METODE PENELITIAN

        1. Lokasi Penelitian………………………….………………………….5

        2. Alat dan Bahan Penelitian…………….……………………………...5

        3. Prosedur Kerja………………………………………………………..5

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya……………………………………………………...7

4.2 Jadwal Kegiatan……………………………………………………..9

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………..10

LAMPIRAN


          1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok……………………………..11

          2. Biodata Dosen Pendamping…………………………………………14


RINGKASAN

Di Indonesia tersedia sekitar 30.000 spesies tanaman, diantaranya tanaman obat yang berjumlah 2.500 spesies (Dalimartha, 2005). Salah satu tanaman obat tersebut adalan Dewandaru (Eugenia uniflora L.). Eugenia uniflora L. dapat digunakan sebagai antidiare, diuretic, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak daun dewandaru (Eugenia uniflora L.) terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus L.) yang diinduksi sukrosa. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Subjek penelitian berupa tikus putih jantan berjumlah 15 ekor yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan ekstrak daun dewandaru dengan dosis 150 mg/kgBB, dan kelompok kontrol positif menggunakan glibenklamid dengan dosis 0,45 mg/kgBB. Data diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah puasa, 30 menit setelah diindukasi sukrosa dan pada menit ke 15, 30, 60, dan 120 setelah diberi perlakuan. Data diolah dengan uji ANOVA dan LSD untuk membandingkan antara kelompok kontrol negatif, perlakuan dan kontrol positif.

BAB I. PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Indonesia adalah negara agraris yang terkenal akan kekayaan rempah rempah dan berbagai jenis tanaman. Indonesia yang beriklim tropis merupakan negara terbesar di dunia setelah Brazil yang kaya akan keanekaragaman hayati. Di Indonesiatersedia sekitar 30.000 spesies tanaman, diantaranya tanaman obatyang berjumlah 2.500 spesies (Dalimartha, 2005). Tingginya nilai medis tumbuhan obat dan keanekaragaman tumbuhan di Indonesia menyebabkan ramuan herbal menjadi alternatif pengobatan mengingat harga obat dan biaya pengobatan modern semakin melambung (Wijayakusuma, 1999).

Kini obat tradisional kembali digemari masyarakat Indonesia untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit karena disamping harganya terjangkau juga karena khasiatnya cukup menjanjikan dan minim efek samping. Salah satu tanaman obat tersebut adalah Dewandaru (Eugenia uniflora L.). daun tanaman Eugenia uniflora L. mengandung flavonoid, saponin dan tannin (Hutapea, 1994). Pada Brazilian folk medicine, buah Eugenia uniflora L. digunakan sebagai antidiare, diuretic, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik.

Diabetes berasal dari bahasa Yunani siphon yg berarti “mengalirkan”. Mellitus berasal dari bahasa Latin yang bermakna madu atau manis (Corwin, 2007). Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia (Sukandar et al, 2009). Diabetes menurut WHO (1999), adalah gangguan metabolik yang terkarakterisasi bertingkat seperti hiperglikemia kronis dengan kekacauan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yang disebabkan kerusakan pada sekresi insulin,aksi insulin atau keduanya (Sahputra,2008).

Sayangnya, penelitian tentang potensi Eugeniauniflora L. sebagai penurun kadar gula darah pada penderita diabetes belum banyak dilakukan, padahal daun ini memiliki kandungan yang dapat berpotensi sebagai penurun kadar gula darah pada penderita diabetes jika dikembangkan lebih lanjut. Karena alasan tersebut, penelitian tentang Eugenia uniflora L. sebagai penurun kadar gula darah pada penderita diabetes perlu dilakukan.


  1. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ekstrak daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) mempunyai potensi sebagai bahan penurun kadar gula darah pada tikus yang diinduksi dengan sukrosa?


  1. TUJUAN

Penelitian ini bertujuan untuk:

Mengetahui potensi ekstrak etanol daun dewandaru sebagai penurun kadar gula darah pada tikus yang diinduksi dengan sukrosa.




  1. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bukti ilmiah dalam pemanfaatan Eugenia uniflora L. sebagai bahan penurun kadar gua darah bagi penderita diabetes dan menambah nilai tambah penggunaan tanaman dewandaru. Selanjutnya hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan obat baru dengan memanfaatkan daun dewandaru sebagai bahan herbal.


  1. KEGUNAAN

1. Aspek Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai efek Eugenia uniflora L. terhadap penurunan kadar gula darah dan sebagai dasar informasi ilmiah untuk mengkaji lebih lanjut pemanfaatan Eugenia uniflora L. sebagai bahan penurun kadar gula darah bagi penderita diabetes.




  1. Aspek Aplikatif

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk menggunakan  Eugenia uniflora L. sebagai salah satu alternatif terapi pengobatan diabetes.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


  1. Dasar Teori

  1. Diabetes

Diabetes berasal dari bahasa Yunani siphon yg berarti “mengalirkan”. Mellitus berasal dari bahasa Latin yang bermakna madu atau manis (Corwin, 2007). Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia (Sukandar et al, 2009). Diabetes menurut WHO (1999), adalah gangguan metabolik yang terkarakterisasi bertingkat seperti hiperglikemia kronis dengan kekacauan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, yang disebabkan kerusakan pada sekresi insulin, aksi insulin atau keduanya (Sahputra,2008). Sekitar 8 juta penduduk Indonesia pada tahun 2009 mengidap diabetes (menurut data WHO). Akan meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025 (Russel, 2011).

Pada penderita DM apapun penyebabnya kadar glukosa darah jelas meningkat, akan menyebabkan timbulnya gejala dan keluhan klasik yang berupa : (1) banyak kencing, (2) rasa haus yang terus menerus, (3) penderita cepat lapar karena kalori dari makanan yang dimakan setelah dimetabolisme menjadi glukosa dalam darah tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan, (4) penurunan berat badan dan rasa lemah, karena glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel. Sel kekurangan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga, sehingga sumber tenaga terpaksa diambil dari cadangan lain yaitu sel lemak dan otot. Cara diagnosis diabetes mellitus yang paling mudah adalah mendapatkan kadar gula darah puasa lebih dari 140 mg/dl atau 150 mg/dl pada dua kali pemeriksaan atau lebih. Kadar glukosa darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl merupakan gejala khas untuk diabetes mellitus (Widmann, 1989).

Selama ini pengobatan yang telah dilakukan untuk penderita diabetes adalah suntikan insulin dan pemberian obat oral antidiabetes yang memiliki efek samping seperti sakit kepala, pusing, mual, dan anoreksia serta membutuhkan biaya yang mahal sehingga banyak penderita yang berusaha mengendalikan kadar glukosa darahnya dengan cara tradisional menggunakan bahan alam seperti tanaman herbal (Widowati et al, 1997).


  1. Dewandaru (Eugenia uniflora L.)

Eugenia uniflora L. merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tersebar di pulau Jawa dan Sumatra. Nama daerah dari Dewandaru adalah Cereme asam (Melayu), Asem selong, belimbing londo, dewandaru (Jawa) (Hutapea, 1994). Dewandaru merupakan Kingdom Plantae, Divisi Spermatophyta, Sub divisi Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae, Ordo Myrtales, Family Myrtaceae, Genus Eugenia, Spesies Eugenia uniflora L. (Hutapea, 1994).

Daun tanaman Eugenia uniflora L. mengandung flavonoid, saponin, dan tanin (Hutapea, 1994). Senyawa tannin yang diisolasi dari fraksi aktif Eugenia uniflora antara lain gallocatechin, oenothenin B, eugeniflorins D(1) dan D (2) (Lee et al, 2000). Buah dan daun Eugenia uniflora L. digunakan sebagai peningkat kualitas astringent dan mengurangi tekanan darah tinggi (Bandoni et al, 1972). Hasil decota daun Eugenia uniflora L. di Paraguai digunakan untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Daun Eugenia uniflora L. sebagai obat tradisional berkhasiat sebagai obat mencret (Hutapea, 1994) dan antioksidan melalui mekanisme penangkap radikal bebas (Utami dkk, 2005), pereduksi dan pengkelat logam (Nurwaini dan Utami, 2008). Aktivitas antiradikal ekstrak etanol daun dewandaru sangat tinggi yaitu IC508,87 µg/mL dibandingkan vit E 3,11 µg/mL (Utami dkk, 2005). Aksi anti inflamasi yang tinggi juga ditemukan pada daun Eugenia uniflora L. (Scapoval et al, 1994). Pada Brazilian folk medicine, buah Eugenia uniflora L. digunakan sebagai antidiare, diuretic, antirematik, anti-febrile, dan antidiabetik.

  1. Hipotesis

Ekstrak Eugenia uniflora L. memiliki efek penurun kadar gula darah pada tikus yang diinduksi sukrosa.

BAB III. METODE PENELITIAN


  1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan dalam waktu 4 bulan. Pembuatan ekstrak dan pemberian perlakuan dilakukan di Laboratorium Biologi FMIPA UNNES.

Subjek berupa tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus L.) berjumlah 15 ekor.




  1. Alat dan Bahan Penelitian

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini: kandang, sarung tangan, tempat air minum dan makan hewan, alat-alat gelas (Pyrex), vacum evaporator, ayakan, jarum suntik berujung Nasogastric tube (NGT) no.3 dan no.5, disposible syringe 3 ml, jarum suntik, gunting, alat ukur gula darah (Nesco multi check) dan advantage test (Glucose suitable for selt-testing).

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini: daun Eugenia uniflora L., etanol 70%, aquades, kertas saring, glibenklamid, sukrosa (gula pasir), Carboxy methyl cellulosse 0,5 % (CMC).

  1. Prosedur Kerja

3.1 Pembagian Kelompok Hewan Uji

Hewan uji dibagi dalam 3 kelompok. Sebelum diberi perlakuan, semua tikus dipuasakan selama 24 jam (minum tetap diberikan). Semua tikus yang telah dipuasakan ditimbang berat badannya, kemudian diperiksa kadar gula darah puasa (t1), setelah itu semua tikus diinduksi sukrosa sebesar 5,625 g/KgBB. Setelah 30 menit, semua tikus diperiksa kadar gula darah sesudah diinduksi sukrosa (t2). Selanjutnya, semua tikus diberi sediaan per oral, untuk kelompok kontrol negatif (K-) hanya diberi CMC 0,5%, untuk kelompok perlakuan (KP) diberi ekstrak daun dewandaru dengan dosis 150 mg/kgBB, dan untuk kelompok kontrol positif (K+) diberi glibenklamid dengan dosis 0,45 g/KgBB, kemudian kadar gula darah tikus diperiksa pada menit ke 15, 30, 60, dan 120 setelah perlakuan (t3 sampai t6). Semua sampel darah diambil dari vena ekor tikus dan kadar gula darah diukur dengan glukometer Nesco multi check.

3.2 Pemberian Larutan Sukrosa

Dosis sukrosa dihitung berdasarkan dosis sukrosa pada kelinci yaitu 3 g/kgBB per oral (Widyastuti dan Suarsana, 2011), maka perhitungan dosis sukrosa untuk tikus adalah 1,5 x 3 x 0,25 = 5,625 g/KgBB. Dosis sukrosa yang akan digunakan, dihitung berdasarkan berat badan dari masing-masing tikus, kemudian dilarutkan dalam aquades sebanyak 2,5 ml dan diminumkan pada masing-masing tikus.

3.3 Pengambilan Sampel Daun Dewandaru

Daun dewandaru segar 1 kg dikeringkan dengan cara diangin-anginkan sampai menjadi simplisia selama 7 hari dan menjadi kering.

3.4 Pembuatan Ekstrak Daun Dewandaru

Pembuatan ekstrak daun dewandaru dilakukan dengan metode remaserasi, yaitu daun dewandaru yang telah diayak, ditimbang sebanyak 150 g lalu diekstraksi dengan menggunakan 900 ml etanol 70% dengan cara maserasi selama 5 hari (setiap hari digojok). Ekstra kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring (filtrat 1) dan sisanya diekstrak kembali selama 2 hari menggunakan etanol 70% sebanyak 600 ml lalu disaring (filtrat 2) Selanjutnya filtrat 1 dan 2 dikumpulkan, diuapkan dengan vacum evaporator pada suhu 70˚C sampai volumenya menjadi ¼ dari volume awal, dan dilanjutkan dengan pengeringan di oven pada suhu 40˚C sampai menjadi ekstrak kental.

    1. Pemberian Ekstrak Daun Dewandaru

Ekstrak daun dewandaru diberikan secara oral pada tikus wistar. Ekstrak hanya diberikan sekali yaitu segera setelah pengukuran kadar gula darah tikus pada menit ke-30 setelah diinduksi dengan larutan sukrosa. Dosis pemakaian daun dewandaru pada manusia dewasa (50 kg) ialah 100 g. Dengan faktor konversi dosis dari manusia (70 kg) ke tikus (200 g) ialah 0,018, maka dosis yang akan diberikan kepada tikus adalah 70/50 x 100 x 0,018 = 12,6 g/KgBB. Ditimbang sebanyak 0,15 g ekstrak daun dewandaru (setara dengan dosis 12,6 g/KgBB) dimasukkan ke dalam lumpang dan ditambahkan suspensi CMC 0,5% b/v sedikit demi sedikit sambil digerus sampai homogen hingga 5 ml.

3.6 Pembuatan Suspensi CMC 0,5 %

Sebanyak 0,5 g CMC ditaburkan dalam lumpang yang berisi ±30 ml air suling panas. Didiamkan selama 15 menit hingga diperoleh massa yang transparan, lalu digerus sampai homogen, diencerkan dengan air suling dan dimasukkan ke labu ukur 100 ml, dicukupkan volumenya dengan air suling hingga batas tanda tera.

3.7 Pemberian Glibenklamid

Dosis Glibenklamid pada manusia dewasa adalah 5 mg, maka dosis Glibenklamid untuk tikus adalah 5 x 0,018 = 0,45 mg/KgBB. Tablet Glibenklamid digerus dan diambil sebanyak 15 mg (setara dengan dosis 0,45 mg/KgBB), dimasukkan ke dalam lumpang dan ditambahkan suspensi CMC 0,5% b/v sedikit demi sedikit sambil digerus sampai homogen, volume dicukupkan hingga 5 ml.

  1. Analisis Data

Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan program statistika spss ver.16. Beda nyata antar perlakuan diuji dengan one way ANOVA, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan pengujian LSD (p < 0,05).

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Bahan

Harga

Hewan Uji 30 ekor @Rp. 20.000/ ekor

Rp 600.000

Pakan Hewan Uji 10kg @Rp25.000/ Kg

Rp 250.000

Aquades

Rp 150.000

Daun Dewandaru

Rp 100.000

Etanol 70 % 3L (Merck)

Rp 225.000

Kertas saring

Rp 20.000

Glinbenklamid

Rp 22.300

Sukrosa (Merck)

Rp 195.000

Carboxy methyl cellulosse 0,5 %

Rp 75.000

Total

Rp 1.337.300

Peralatan

Harga

kandang kaca 5 @Rp. 100.000/ buah

Rp 500.000

sarung tangan 8 @Rp. 15.000/ buah

Rp 120.000

sarung tangan lateks 1 boks

Rp 55.000

masker tali 10 @Rp. 10.000/buah

Rp 100.000

tempat makan dan minum hewan

Rp 125.000

ayakan 1 set

Rp 125.000

jarum suntik 1 boks

Rp 50.000

gunting 2 @Rp. 7.500/ buah

Rp 15.000

disposible syringe 3 ml

Rp 105.000

Nesco MultiCheck 1 boks

Rp 75.000

Pemeliharaan alat laboratorium

Rp 300.000

Sewa Lab

Rp 750.000

Total

Rp 2.320.000

A. Bahan dan Peralatan

B. Biaya Perjalanan

Biaya Perjalanan

HARGA

Perjalanan Pengurusan Perijinan

Rp 150.000

Perjalanan persiapan alat dan bahan

Rp 200.000

Biaya studi pustaka

Rp 250.000

Total

Rp 600.000
























  1. Biaya Penyusunan Laporan




 

 

Kertas 3 rim @ Rp 30.000,00

Rp 90.000

 

Tinta printer 2@ Rp 125.000,00

Rp 300.000

 

Penggandaan

Rp 160.000




Pengarsipan

Rp 160.000

 

Sewa Printer

Rp 100.000

 

Total

Rp 810.000


Total A+B+C = Rp 1.337.300 + Rp 2.320.000 + Rp 600.000 + Rp 810.000

= Rp 5.067.300

4.2 Jadwal Kegiatan

Kegiatan

Bulan ke-1

Bulan ke-2

Bulan ke-3

Bulan ke-4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

A.Tahap awal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Studi literatur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyusunan proposal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahap perizinan penggunaan laboratorium

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Persiapan alat dan bahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Tahap Pelaksanaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tahap penelitian keefektivan ekstrak daun dewandaru terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi sukrosa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengambilan data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Analisa data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C. Tahap Akhir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyusunan laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

  1. Corwin. E. J. 2009. Buku Saku Patofisiologi Edisi Revisi Ke-3. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

  2. Dalimartha, S. 2005. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3. Jakarta: Trubus Agriwidya.

  3. Hutapea, J.R., 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia, Jilid III. Departemen Kesehatan RI dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 29-30.

  4. Lee, M., Chiou, J., Yen, K., and Yang, L., 2000, EBV DNA polymerase Inhibition of tannins from Eugenia uniflora, Cancer Letters, 154, 131-136.

  5. Nurwaini, S., dan Utami, W., 2008, Antioxidant Activity Of Dewandaru Leaves (Eugenia Uniflora) Extracts: Reducing Agent And Metal Chelating Agent, The First International Symposium of Temulawak, Bogor.

  6. Nurwaini, S, Mufrot, Mayasari, N.M, dan Muthi’ah, D., 2008, Formulasi tablet kunyah ekstrak daun dewandaru (Eugenia uniflora L). Transformasi Ilmu dan Teknologi Dalam Praktek Kefarmasian, Yogyakarta.

  7. Russel, D.M. 2011. Bebas Dari 6 Penyakit Paling Mematikan. Yongyakarta: Media Pressindo (Anggota IKAPI).

  8. Sahputra, Fahrizan Manda. 2008. Potensi Ekstrak Kulit dan Daging Buah Salak sebagai Antidiabetes [Skripsi]. FMIPA Institut Pertanian Bogor, Bogor.

  9. Sukandar, E. Y, et al. 2009. ISO Farmakoterapi. PT. ISFI, Jakarta.

  10. Utami, W., Da’I.M., dan Nurwaini , S., 2007, Screening of 3 Indonesian Plants for Cytotoxic Effects on Hela Cells and Antiradical Activities Related to The Phenol Content, Confrence Proceeding Women’s Health and Traditional Medicine, Edisi Pertama. Airlangga University Press, Surabaya.

  11. Widmann FK. Tinjauan Klinis atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium, diterjemahkan oleh Siti Boedina Kresno, Gandasoebrata dan J. Latu. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 1989; p. 468-469.

  12. Widowati L, Dzulkarnaiun B, dan Sa’runi. Tanaman Obat untuk Diabetes Mellitus. Cermin Dunia Kedokteran; 1997.

  13. Wijayakusuma, H. 1999. Penyembuhan dengan tanaman Obat. Jakarta: Komputindo.

LAMPIRAN

  1. Biodata Ketua

Nama : Nining Puji Astuti

Tempat tanggal lahir : Magelang, 19 September 1996

Alamat rumah : Manggoran RT 05/07, Bondowoso,

Mertoyudan, Magelang, 56172

NIM : 4401414063

No telp/handphone :087705493032

Email : niepuji96@gmail.com

Program Studi : Pendidikan Biologi

Semester : 2 (dua)

Riwayat pendidikan :



    1. RA Raudhotul Atfal (2001-2002)

    2. MI Nurul Huda II (2002-2008)

    3. SMP Persatuan Mertoyudan (2008-2011)

    4. MAN 1 Kabupaten Magelang (2011-2014)

    5. Pendidikan Biologi, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang (2014-…)

Biodata Anggota



Nama : Afi Fitriyaningsih

Tempat tanggal lahir : Tegal, 3 April 1994

Alamat rumah : Bojong RT 01/03,Bojong, Kabupaten Tegal,

NIM : 4311413023

No telp/handphone : 085799764224

Email : -

Program studi : Kimia

Semester : 4 (empat)

Riwayat pendidikan :


  • SDN Bojong 1 (2001-2007)

  • SMP N 1 Bojong (2007-2010)

  • SMA N 1 Bojong (2010-2013)

  • Kimia, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang (2013-…)





Nama : Putri Mei Wahyuni

Tempat tanggal lahir : Tuban, 10 Juni 1993

Alamat rumah : Tergambang RT 01/RW 01, Bancar,

Kabupaten Tuban

NIM : 4401412034

No telp/handphone : 085600288590

Email : putrimei.wahyuni@yahoo.com

Program Studi : Pendidikan Biologi

Semester : 6 (enam)

Riwayat pendidikan :



  • SDN Tergambang (2000-2006)

  • SMP N 1 Jatirogo (2006-2009)

  • SMA N 1 Jatirogo (2009-2012)

  • Pendidikan Biologi, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang (2012-…)





Nama : Retno Wulandari

Tempat tanggal lahir : Salatiga, 21 Januari 1996

Alamat rumah : Sawahan RT 02/RW 04, Kecandran,

Sidomukti, Kota Salatiga 50723

NIM : 4401414053

No telp/handphone :085328399136

Email : Retnow123@gmail.com

Program Studi : Pendidikan Biologi

Semester : 2 (dua)

Riwayat pendidikan :



  • TK Candra Puspita (2001-2002)

  • SD Kecandran 01 (2002-2008)

  • SMP 5 Salatiga (2008-2011)

  • SMAN 1 Salatiga (2011-2014)

  • Pendidikan Biologi, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang (2014-…)



  1. Nama dan Biodata Dosen Pembimbing

Nama :

NIP :


Tempat tanggal lahir :

Alamat rumah :

Jenis Kelamin :

Agama :


Status Pernikahan :

No telp/handphone :



Email :

Yüklə 127,67 Kb.

Dostları ilə paylaş:




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə