Kementrian pertanian badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian



Yüklə 167,11 Kb.
səhifə1/4
tarix07.07.2017
ölçüsü167,11 Kb.
  1   2   3   4
Makalah Tentang Proses Punyuluhan Pertanian di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan

di Daerah Mahasiswa



Oleh
Nama: Triyogi Gitadevarsa

NIM: 07.2.2.14.1858

Kelas: Peternakan 1 B

KEMENTRIAN PERTANIAN

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN MALANG

TAHUN 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu metode pembelajaran bagi Mahasiswa dan terutama bagi penulis dalam memenuhi tugas mandiri (Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian).

Ucapan terima kasih tidak lupa penulis sampaikan kepada pihak yang telah membantu. Penulis, menyadari atas kekurangan kemampuan penulis dalam pembuatan makalah ini, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi penulis apabila memdapat keritikan dan saran yang membangun agar makalah ini akan lebih baik lagi untuk tugas membuat laporan berikutnya.

Demikaian akhir kata dari penulis, semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak dan sebagai media pembelajaran.


Lawang, 27 Januari 2015

Penyusun

(Triyogi Gitadevarsa)

NIM 07.2.2.14.1858

DAFTAR ISI

Kata Pengantar I

Daftar Isi Ii

I. Pendahuluan 1

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Rumusan Masalah 3

1.3. Tujuan 4

II. Tijauan Pustaka 6

2.1. Pembangunan Pertanian 6

2.2. Penyuluhan Pertanian 6

2.3. Komponen-Komponen Penyuluhan Pertanian 7

III. Pembahasan 13

3.1. Kebijakan Pemerintah 13

3.2. Sasaran Penyuluhan Pertanian 14

3.3. Kelembagaan Penyuluhan Pertanian 22

3.4. Ketenagaan Penyuluhan Pertanian 22

3.5. Sarana Dan Prasarana Penyuluhan Pertanian 22

3.6. Proses Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian 23

3.7. Pembiayaan Penyuluhan Pertanian 26

IV. Penutup 27

4.1. Kesimpulan 27

4.2. Saran 28

V. Daftar Pustaka 29

Pendahuluan

Latar Belakang

Penyuluhan pertanian mengalami keterpurukan setelah pengelolaan penyuluh dilimpahkan kepada pemerintah daerah, pola pengawasan dan pembinaan penyuluh terabaikan yang menyebabkan kinerja penyuluh menurun tajam. Pada tanggal 11 Juni 2005 Presiden RI mencanangkan Revitalisasi Pertanian Perikanan dan Kehutanan (RPPK) di Jatiluhur, Provinsi Jawa Barat, sebagai Triple Track Strategi Kabinet Indonesia Bersatu dalam rangka pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan daya saing ekonomi nasional dan menjaga kelestarian sumber daya pertanian, perikanan dan kehutanan (Menteri Pertanian Republik Indonesia, 2007).


Perubahan sistem pemerintahan seiring dengan bergulirnya otonomi daerah juga telah berdampak pada desentralisasi penyuluhan pertanian yang telah diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota. Kebijakan desentralisasi penyuluhan pertanian ini sangat penting untuk menggantikan sistem penyuluhan yang bersifat regulatif sentralistis ke arah sistem penyuluhan yang partisipatif (Mardikanto, 2009). Penyuluhan partisipatif telah membuka peluang besar bagi petani dan pelaku usaha lainnya untuk menyalurkan aspirasinya, harapan, kebutuhan, potensi serta peran aktif mereka dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Berawal dari hal tersebut, maka muncullah penyuluh-penyuluh swadaya yang mendukung peran penyuluh pertanian lapangan dan diakui keberadaannya oleh Undang Undang No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
Mardikanto (1994) mengungkapkan bahwa pengalaman dari pembangunan pertanian yang diselenggarakan di Indonesia memberikan pelajaran berharga bahwa kegiatan penyuluhan pertanian bukanlah sekedar faktor pelancar tetapi terbukti sebagai pemegang kunci keberhasilan. Pelaksana utama pembangunan pertanian di Indonesia adalah petani-petani kecil yang mayoritas hanya memiliki modal berupa lahan dan aset lainnya yang sangat terbatas. Petani-petani kecil tersebut umumnya juga lemah dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan seringkali juga lemah semangatnya untuk memperbaiki mutu hidupnya. Dalam hal ini, penyuluhan pertanian bertindak sebagai upaya pendidikan untuk mengubah perilaku yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap para petani kecil untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian dalam meningkatkan produktivitas dan pembangunan mereka. Melalui penyuluhan pertanian, teknologi baru yang berkaitan dengan perbaikan usahatani dapat diadopsi oleh petani-petani kecil pelaksana pembangunan pertanian. Penyuluhan pertanian juga dijadikan ujung tombak dari upaya penanggulangan masalah-masalah kritis baik upaya preventif maupun represif terkait dengan kegiatan usahatani.
Mengingat peranannya sebagai pemegang kunci keberhasilan, maka penyelenggaraan penyuluhan pertanian terutama di daerah-daerah yang berpotensi sebagai penghasil tanaman pangan sangat perlu dilakukan dan harus mendapatkan perhatian, khususnya pemerintah daerah. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan suatu perubahan tingkah laku petani menuju ke arah perbaikan usahatani yang selanjutnya akan berdampak pada peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan keluarga petani. Apabila keadaan demikian berjalan dengan baik, maka potensi yang terkandung di daerah tersebut dapat diwujudkan sebagai suatu realitas yang terus bertahan sebagai benteng ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Kecamatan Tanjung merupakan lokasi yang strategis untuk pertanian, karena memiliki sumber daya alam yang sangat baik dalam mengembangkan komoditas pertanian yang tersebar secara merata di berbagai kelompok tani yang ada, sehingga hal ini semakin memperjelas kondisinya. Kecamatan Tanjung sangat potensial untuk dilakukan pengembangan dalam kegiatan agro produksi, agro niaga, sampai pada agro prosesing. Berdasarkan keadaan tersebut, maka diperlukan penyelenggaraan penyuluhan yang efektif sehingga realitas yang telah dicapai tersebut dapat terus ditingkatkan dan dipertahankan. Selain itu potensi yang ada juga dapat terus digali untuk mendapatkan realitas yang lebih baik lagi. Untuk itu, diperlukan suatu studi tentang penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kecamatan Tanjung sebagai upaya untuk menciptakan perubahan perilaku petani menuju ke arah pencapaian usahatani yang lebih efisien dan produktif.


Kataloq: 2015
2015 -> Oitsning ma’nosi – Orttirilgan Immunitet Tanqisligi Sindromi. Bu dahshatli va bedavo kasallik hozirgi zamonning “vabosi” deb yuritiladi
2015 -> 4 İstehlakçıların davranışının modelləşdirilməsi Son istehlakçıların davranışının modelləşdirilməsi
2015 -> Klinik protokol Az ərbaycan Respublikas
2015 -> Üz–çənə cərrahiyyəsi Bölmə Gicgah-çənə oynağının xəstəlikləri və zədələnmələri 1 Çənə oynağının çıxığının əsas səbəbi nədir?
2015 -> Üz–çənə cərrahiyyəsi Bölmə Gicgah-çənə oynağının xəstəlikləri və zədələnmələri 1 Çənə oynağının çıxığının əsas səbəbi nədir?
2015 -> Stomatologiya 1 Sistem hipoplaziyası zamanı hansı dişlər zədələnir?
2015 -> Приложение №3 Информированное согласие пациента на пародонтологическое лечение
2015 -> Myuller h p parodontologiya pdf
2015 -> Buklet Azərbaycan Respublikası Prezidentinin 2011-ci il 7 iyul tarixli

Yüklə 167,11 Kb.

Dostları ilə paylaş:
  1   2   3   4




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə