Sistem penilaian dalam


Urutan tingkatan jumlah Produksi Susu : Holstein, Brown Swiss, Ayrshire, Guernsey, Jersey



Yüklə 2,77 Mb.
səhifə14/18
tarix06.05.2017
ölçüsü2,77 Mb.
1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   18

Urutan tingkatan jumlah Produksi Susu : Holstein, Brown Swiss, Ayrshire, Guernsey, Jersey

  • Urutan tingkatan jumlah Produksi Susu : Holstein, Brown Swiss, Ayrshire, Guernsey, Jersey

  • Urutan Kadar Lemak susu : Jersey, Guernsey, Ayrshire, Brown Swiss, Holstein

  • 2. INDIVIDU

  • Setiap individu pada bangsa yang sama mempunyai perbedaan jumlah produksi susu dan kadar lemak.



Berdasarkan perincian produksi susu Mature Equivalen (ME) diklasifikasikan menjadi :

  • Berdasarkan perincian produksi susu Mature Equivalen (ME) diklasifikasikan menjadi :



3. FAKTOR KETURUNAN

  • 3. FAKTOR KETURUNAN

  • Kemampuan sapi untuk memproduksi susu, lemak, bahan padat bukan lemak (SNF) merupakan sifat keturunan.

  • Kemampuan untuk memproduksi susu tidak lepas dari besarnya tubuh / kemampuan menampung dan mencerna makanan.

  • 4. LAMA LAKTASI

  • 5. PERSISTENSI

  • Setelah puncak produksi tercapai produksi susu akan turun

  • Persistensi adalah derajat penurunan produksi susu setelah puncak produksi susu tercapai



Kemanpuan sapi untuk mempertahankan puncak produksi susu secara terus menerus selama masa laktasi akan sangat menguntungan karena menentukan jumlah produksi

  • Kemanpuan sapi untuk mempertahankan puncak produksi susu secara terus menerus selama masa laktasi akan sangat menguntungan karena menentukan jumlah produksi

  • Sapi yang mempunyai kemampuan mempertahankan produksi susu tertinggi selama laktasi menunjukkan bahwa sapi tersebut persistensinya bagus ( good persistensi).

  • Persistensi dipengaruhi oleh keseimbangan 3 hormon : Prolactin, Thyroxine, Growth Hormon



Faktor yang mempengaruhi Persistensi :

  • Faktor yang mempengaruhi Persistensi :

  • Umur

  • Sapi laktasi I menunjukkan persistensi tinggi selama masa laktasi daripada laktasi berikutnya. Sapi yang beranak I / laktasi I kelenjar susunya lebih kecil daripada sapi yang sudah dewasa, sehingga jumlah prolaktin yang disekresikan cukup untuk menjaga keseimbangan persistensi yang tinggi bagi kelenjar susu yang kecil dan kurang mencukupi bagi produksi susu yang lebih tinggi



pada sapi dewasa.

  • pada sapi dewasa.

  • b. Kebuntingan

  • Pengaruh kebuntingan terhadap persistensi produksi susu baru terlihat kebuntingan > 5 bulan. Terjadi penurunan produksi susu pada umur kebuntingan > 5 bulan, hal ini disebabkan nutrisi yang semula untuk produksi susu beralih ke uterus untuk pertumbuhan dan pemeliharaan janin.



c. Menyusui

  • c. Menyusui

  • Sapi yang menyusui pedet pada awal laktasi total produksi susunya lebih tinggi daripada sapi yang tidak menyusui pedetnya. Selama sapi disusu oleh pedetnya akan memberikan stimulasi/ rangsangan untuk menghasilkan susu dibandingkan apabila diperah dengan tangan, produksi susunya lebih banyak maka persistensinya tinggi.



d. Sisa Susu (Residual Milk)

  • d. Sisa Susu (Residual Milk)

  • Ada kaitan yang erat antara persistensi dengan persentase sisa susu di dalam ambing. Makin sedikit sisa susu dalam rongga ambing, tekanan makin rendah, sehingga susu di dalam kelenjar susu akan turun dan akan memacu proses sintesis susu sehingga produksi meningkat persistensi tinggi.



6. HORMONAL

  • 6. HORMONAL

  • Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi susu adalah pengaruh optimalisasi sekresi hormon.

  • Hormon yang mempengaruhi produksi susu :

  • Prolaktin ( Laktogen)

  • Disekresikan oleh Pituitaria

  • anterior

  • Pada akhir kebuntingan estrogen tinggi akan menstimulasi sekresi prolaktin



Prolaktin akan meningkatkan aktivitas enzim sel-sel epitel untuk mengubah unsur pokok darah menjadi komponen susu.

  • Prolaktin akan meningkatkan aktivitas enzim sel-sel epitel untuk mengubah unsur pokok darah menjadi komponen susu.

  • Sundulan pedet waktu menyusu akan menstimulir sekresi prolaktin.

  • Makin banyak prolaktin makin besar pula gertakanya dan makin keras bekerjanya kelenjar susu sehingga produksinya tinggi.



b. Thyroxine

  • b. Thyroxine

  • Disekresikan oleh glandula Thyroid ( kelenjar gondok) penting untuk sapi dalam keadaan laktasi dapat meningkatkan nafsu makan, denyut jantung, aliran darah ke kelenjar susu sehingga meningkatkan metabolisme tubuh.

  • Pada musim panas sekresi Thyroxine 1/3 musim dingin. Pengaruh Thyroxine terhadap produksi susu dapat dibuktikan apabila hormon thyroxine disuntikkan pada sapi yang laktasi



akan meningkatkan produksi susu.

  • akan meningkatkan produksi susu.

  • c. Pertumbuhan

  • Disektresikan oleh Pituitari anterior, penekanannya untuk kecepatan pertumbuhan ternak muda. Growth hormon mempengaruhi prekursor susu, meningkatkan ketersediaan glukosa dalam darah, asam amino dan asam lemak dalam sel-sel kelenjar penghasil susu.

  • d. Parathyroid

  • Berperan mengontrol konsentrasi Ca dan P dalam darah, mengontrol mineral agar jangan sampai berlebihan dalam sekresi





Yüklə 2,77 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   18




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə