Sistem penilaian dalam



Yüklə 2,77 Mb.
səhifə18/18
tarix06.05.2017
ölçüsü2,77 Mb.
1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   18

Kontraksi dari sel myoepitel inilah yang seolah-olah memeras susu yang sudah tersimpan di dalam lumen dan saluran-saluran susu untuk dilepaskan atau di turunkan ke ambing dan putting untuk selanjutnya siap disekresikan melalui pemerahan.

  • Milk Let Down terjadi 45-60 detik setelah sapi mendapat rangsangan



  • Pengaruh hormon oxitocin hanya 6-8 menit, pemerah yang terampil dapat menyelesaikan pemerahan 3-5 menit / ekor

    • Pengaruh hormon oxitocin hanya 6-8 menit, pemerah yang terampil dapat menyelesaikan pemerahan 3-5 menit / ekor

    • Pada saat pemetahan berlangsung suasana harus tenang (tidak gaduh)



    Hold Up Her Milk :

    • Hold Up Her Milk :

    • Pada saat pemerahan berlangsung tiba-tiba sapi terkejut akibat suara gaduh (anjing menyalak) yang mengakibatkan sapi merasa takut dan stress maka sekresi susu dapat berhenti

    • Pada saat kondisi ternak stress akan disekresikan hormon adrenalin atau epinephrine oleh kelenjar adrenal, dimana hormon ini akan memblokir kerja



    dari hormon axitocin sehingga kontraksi sel myoepitel akan berhenti, proses pelepasan susu akan terhenti.

    • dari hormon axitocin sehingga kontraksi sel myoepitel akan berhenti, proses pelepasan susu akan terhenti.

    • Pengaruhhormon adrenalin ini berjalan selama 20- 30 menit.

    • Untuk melanjutkan pemerahan makan sapi harus dutenangkan dahulu



    Bila sapi sudah merasa tenang maka dapat dirangsang ulang kembali melalui perabaan ambing supaya hormon oxitocin dapat disekresikan kembali.

    • Bila sapi sudah merasa tenang maka dapat dirangsang ulang kembali melalui perabaan ambing supaya hormon oxitocin dapat disekresikan kembali.











    Latihan Soal :

    • Latihan Soal :

    • Apa perbedaan ambing daging dan ambing susu ?

    • Sebutkan nama lain dari :

    • Ambing

    • Putting

    • Lubang putting

    • Otot yang mengelilingi lubang puting

    • Saluran susu besar

    • Saluran susu kecil

    • Pembatas antara ambing dan putting

    • Hormon yang mempengaruhi sekresi susu



    Hormon yang dapat memblokir kerja dari oxitocin saat sapi dalam kondisi stress.

    • Hormon yang dapat memblokir kerja dari oxitocin saat sapi dalam kondisi stress.

    • Sel yang mensitesis susu

    • Susu yang disintesis akan disimpan dimana saja?

    • 3. Jelaskan mekanisme dari Milk Let down !

    • 4. Jelaskan mekanisme dari Hold Up Her Milk !



    Pencernaan adalah

    • Pencernaan adalah

    • rangkaian proses perubahan fisik dan kimia yang dialami bahan makanan selama berada di dalam alat pencernaan

    • Proses pencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleks karena lambungnya ganda.



    Saluran pencernaan pada ruminansia terbentang dari bibir sampai dengan anus. Bagian-bagian utamanya terdiri dari mulut, oesophagus, gastrium (rumen, reticulum, omasum, abomasums), small intestinum, large intestinum, rektum dan anus.

    • Saluran pencernaan pada ruminansia terbentang dari bibir sampai dengan anus. Bagian-bagian utamanya terdiri dari mulut, oesophagus, gastrium (rumen, reticulum, omasum, abomasums), small intestinum, large intestinum, rektum dan anus.

    • Struktur khusus sistem pencernaan hewan ruminansia :

    • 1. Gigi seri (Insisivus) memiliki

    • bentuk untuk menjepit

    • makanan berupa tumbuhan

    • seperti rumput Geraham

    • belakang (Molare) memiliki

    • bentuk datar dan lebar



    • 2. Rahang dapat bergerak

    • menyamping untuk menggiling

    • makanan.

    • 3. Struktur lambung memiliki

    • empat ruangan,yaitu: Rumen,

    • Retikulum, Omasum dan

    • Abomasum.



    Organ pencernaan pada ternak ruminansia

    • Organ pencernaan pada ternak ruminansia

    • 1.Mulut

    • Perbedaan sistem pencernaan

    • makanan pada hewan ruminansia,

    • tampak pada struktur gigi, yaitu

    • terdapat geraham belakang

    • (molar) yang besar, berfungsi

    • untuk mengunyah makanan

    • berserat. Sapi tidak mempunyai

    • gigi seri bagian atas dan

    • gigi taring



    Mulut bagian saluran pencernaan yang pertama.

    • Mulut bagian saluran pencernaan yang pertama.

    • terjadi pencernaan secara mekanik yaitu dengan jalan mastikasi yang bertujuan untuk memecah pakan agar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil .



    2. Oesophagus Oesophagus berfungsi sebagai

    • 2. Oesophagus Oesophagus berfungsi sebagai

    • penyalur bolus ke lambung

    • melalui gerakan peristaltik,

    • 3. Lambung

    • Lambung sapi sangat besar,

    • diperkirakan sekitar 3/4 dart isi

    • rongga perut. Lambung

    • berfungsi untuk menyimpan

    • makanan sementara yang

    • akan dimamah kembali (kedua

    • kali).



    Lambung ruminansia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu retikulum (perut jala), rumen (perut beludru), omasum (perut buku), dan abomasum (perut sejati).

    • Lambung ruminansia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu retikulum (perut jala), rumen (perut beludru), omasum (perut buku), dan abomasum (perut sejati).

    • a. Rumen/handuk

    • Rumen bagian lambung dengan kapasitas terbesar yang di dalamnya terdapat mikroorganisme untuk membantu pencernaan serat kasar .



    Fungsi Rumen adalah menyimpan pakan sementara, merendam pakan, mencerna secara fisik dan mengaduk-aduk, memfermentasi ingesta.

    • Fungsi Rumen adalah menyimpan pakan sementara, merendam pakan, mencerna secara fisik dan mengaduk-aduk, memfermentasi ingesta.

    • Proses pencernaan makanan diawali :

    • Prehensi

    • (Proses pengambilan makanan dengan mulut pada saat grazing )



    Mastikasi

    • Mastikasi

    • (Proses pengunyahan makanan dengan gigi di dalam mulut mengunyah /chewing)

    • Deglutasi

    • (Proses penelan makanan ke rumen melalui gerakan peristaltik oesophagus



    • Regurgitasi

    • (memuntahkan kembali pakan dari rumen ke rongga mulut dalam bentuk bolus semi cair (ingesta).

    • Remastikasi

    • (mengunyah kembali bolus di dalam mulut dan lebih lama dari mastikasi pertama)



    • Redeglutasi (penelanan kembali)

    • Eruktasi :belching/sendawa mengeluarkan CO2 dan methan lewat mulut

    • Gerakan ruminasi pada sapi terlihat pada gambar di bawah ini :





    1. Fermentasi Karbohidrat

    • 1. Fermentasi Karbohidrat

    • Karbohidrat pakan akan difermentasi oleh mikroba rumen menjadi Volatile Fatty Acid ( VFA) atau asam-asam lemak terbang yaitu C2 ( asam asetat), C3 (asam propionat) dan C4 ( asam Butirat).

    • Ransum sapi yang mengandung hijauan dalam proporsi yang tinggi akan menghasilkan asam asetat dalam jumlah yang banyak dalam rumen.



    Imbangan ketiga asam lemak utama apabila sapi diberi pakan utama hijauan adalah : asetat 50 – 65 %, propionat 18 – 25 %, dan butirat 12 – 20%.

    • Imbangan ketiga asam lemak utama apabila sapi diberi pakan utama hijauan adalah : asetat 50 – 65 %, propionat 18 – 25 %, dan butirat 12 – 20%.

    • Pemberian pakan konsentrat dalam proporsi yang tinggi cenderung akan menurunkan produksi asetat dan meningkatkan propionat.



    Bila terjadi peningkatan persentase propionat maka akan terjadi penurunan kadar lemak susu, dengan diimbangi dengan peningkatan berat badan sebagai hasil penimbunan lemak tubuh. Pengaruh ini akan menguntungkan untuk penggemukan sapi (fattening) tetapi merugikan peternak sapi perah, karena harga susu saat ini ditentukan berdasarkan kadar lemak susunya.

    • Bila terjadi peningkatan persentase propionat maka akan terjadi penurunan kadar lemak susu, dengan diimbangi dengan peningkatan berat badan sebagai hasil penimbunan lemak tubuh. Pengaruh ini akan menguntungkan untuk penggemukan sapi (fattening) tetapi merugikan peternak sapi perah, karena harga susu saat ini ditentukan berdasarkan kadar lemak susunya.



    2. Fermentasi Protein

    • 2. Fermentasi Protein

    • Protein yang masuk ke dalam rumen dicerna melalui berbagai cara. Protein yang lolos dari fermentasi rumen akan melaju ke abomasum dan intestinum untuk selanjutnya dicerna secara enzimatis menjadi peptida dan asam amino seperti halnya pada ternak monogastrik. Namun sebagian besar protein pakan akan dicerna oleh mikroba rumen menjadi peptida, asam amino dan amonia.



    Protein yang diproteksi ( dengan melapisi formalin) akan melewati rumen tanpa mengalami pemecahan oleh mikroorganisme rumen. Protein yang diproteksi tersebut meningkatkan jumlah protein pakan by pass dan langsung masuk ke dalam abomasum sebagai intake protein. Protein by pass ini penting dan perlu dilakukan apabila dibutuhkan jumlah protein yang sangat tinggi untuk sapi perah dengan produksi tinggi pada awal laktasi.

    • Protein yang diproteksi ( dengan melapisi formalin) akan melewati rumen tanpa mengalami pemecahan oleh mikroorganisme rumen. Protein yang diproteksi tersebut meningkatkan jumlah protein pakan by pass dan langsung masuk ke dalam abomasum sebagai intake protein. Protein by pass ini penting dan perlu dilakukan apabila dibutuhkan jumlah protein yang sangat tinggi untuk sapi perah dengan produksi tinggi pada awal laktasi.



    3. Fermentasi Lemak

    • 3. Fermentasi Lemak

    • Lemak yang masuk ke dalam rumen akan dihidrogenasi oleh mikroorganisme rumen. Beberapa lemak dimetabolisme dan digunakan untuk keperluan mikroorganisme sendiri. Hidrolisis trigliserol menjadi asam-asam lemak dan gliserol juga terjadi dalam rumen. Pada prinsipnya gliserol difermentasi menjadi propionat tetapi asam lemak rantai panjang dapat melaju ke intestinum untuk dicerna.



    Pada prinsipnya gliserol

    • Pada prinsipnya gliserol

    • difermentasi menjadi propionat tetapi asam lemak rantai panjang dapat melaju ke intestinum untuk dicerna.

    • Walaupun lemak hanya dibutuhkan dalam proporsi kecil dalam ransum sapi, kelebihan lemak ada hubungannya dengan fungsi nornal rumen.Kadar lemak yang tinggi khususnya lemak jenuh akan menurunkan kadar lemak susu dan akan menurunkan nafsu makan sapi.



    4. Produk Lain Mikroba Rumen

    • 4. Produk Lain Mikroba Rumen

    • Mikroba rumen mampu mensintesis vitamin B komplek yang dikenal dengan vitamin K untuk digunakan oleh sapi. Vitamin C dibuat dalam jaringan tubuh sapi, sehingga dalam menyusun ransum sapi tidak perlu memperhitungkan sumber vitamin-vitamin tersebut.



    1. Fase Pre-ruminan

    • 1. Fase Pre-ruminan

    • Pada saat sapi lahir lambung yang

    • berfungsi sempurna adalah abomasum.

    • Abomasum proporsinya mencapai 70 % alat pencernaan dan volume 2 kali rumen dan retikulum

    • Pakan cair (susu) yang dikonsumsi oleh pedet langsung masuk ke omasum melalui oesophagial groove , jalur “by-pass” yang merupakan lipatan alat pencernaan dari kerongkongan sampai reticulo-omasum.







    2. Fase Ruminan

    • 2. Fase Ruminan

    • Pada umur 10 - 12 mg rumen-retikulum,omasum dan

    • abomasum :masing-masing

    • proporsinya 64 %, 14 % dan 22 %. Sapi dewasa proporsi rumen 80 %, retikulum 5 %, omasum 7 - 8 % dan abomasum 7 - 8 %.

    • Hijauan mulai diberikan pada pedet umur 2 mgg untuk merangsang pertumbuhan rumen (jonjot rumen berkembang).





    b. Retikulum/jala

    • b. Retikulum/jala

    • Terdiri dari papila sarang lebah /

    • jala.

    • Lipatan jaringan menyalurkan pakan Cair ke omasum.

    • Ruang tambahan dan penyimpan” benda asing

    •  



    c. Omasum/buku/kitab

    • c. Omasum/buku/kitab

    • Fungsi omasum adalah mengabsorbsi air dan asam lemak dari digesta .

    • Gerakan dari lembaran-lembaran dan papila yang ada menghaluskan digesta yang masih kasar dan juga menekan

    • digesta menuju ke abomasum yang merupakan perut sejati pada sapi.

    •  



    d. Abomasum disebut juga Perut sejati

    • d. Abomasum disebut juga Perut sejati

    • Setelah digesta sampai ke abomasum akan dicerna oleh getah lambung yang ada di sana. Asam hidroklorik, enzim pepsin dan rennin disekresikan dari dinding abomasum. HCl mengaktifkan pepsin yang selanjutnya memecah protein menjadi peptida menjadi asam amino.



    Usus Halus ( Small Intestine)

    • Usus Halus ( Small Intestine)

    • Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum dan illeum.

    • Getah pankreas yang dihasilkan disekresikan ke dalam duodenum melalui ductus pancreaticus.

    • Proses absorpsi yang terjadi pada usus halus (small intestinum) melalui vili-vili (jonjot usus)



    Penyerapan zat-zat makanan sebagian besar terjadi di dalam usus halus (duodenum)

    • Penyerapan zat-zat makanan sebagian besar terjadi di dalam usus halus (duodenum)

    • karena permukaan dinding usus ini diperluas oleh adanya lipatan- lipatan dan villi. Zat- zat makanan yang tidak dapat dicerna akan dibantu proses pencernaannya oleh mikroorganisme



    5.Usus Besar ( Large Intestine)

    • 5.Usus Besar ( Large Intestine)

    • Usus besar terdiri dari beberapa bagian antara lain caecum, colon dan rectum.

    • Caecum disebut juga usus buntu yang terdapat pada hewan herbivore dan karnivora.

    • Caecum pada hewan herbivora lebih besar dibandingkan hewan karnivora. Hal ini disebabkan karena makanan herbivora bervolume besar dan proses pencernannya berat, sedangkan pada karnivora volume makanan kecil dan pencernaannya berlangsung dengan cepat



    Caecum Berbentuk seperti kantung berwarna hijau tua keabu-abuan.

    • Caecum Berbentuk seperti kantung berwarna hijau tua keabu-abuan.

    • Dalam caecum makanan disimpan dalam waktu sementara. Pencernaan selulosa dilakukan oleh bakteri yang menghasilkan asam asetat, propionat dan butirat.







    Persentase Proporsi Produksi susu dalam satu masa laktasi 10 bulan : 13,13,12,12,10,10,9,8,7,6

    • Persentase Proporsi Produksi susu dalam satu masa laktasi 10 bulan : 13,13,12,12,10,10,9,8,7,6

    • Awal laktasi bulan 1-2

    • Tengah Laktasi bulan 3 - 6

    • Akhir Laktasi bulan 7-10

    • Estimasi produksi susu dalam satu masa laktasi :

    • Contoh :

    • 1.Produksi susu pada bulan ke-2 adalah 12 liter / hari

    • Produksi susu dalam 1 masa



    laktasi ???

    • laktasi ???

    • 13 % = 12 x 30 = 360 liter

    • Produksi dalam satu masa laktasi = 100 x 360 = 2770 liter

    • 13

    • Produksi pada awal laktasi =

    • bulan 1-2 = 13% + 13 % =26%

    • 26% x 2770 liter = 720 liter

    • Produksi susu pada tengah laktasi bulan 3 – 6 = 12%+12%+10%+10% = 44 %

    • 44% x 2770 liter = 1219 liter

    • Produksi susu per hari pada periode tengah laktasi = 1219 liter = 10,15 liter

    • 120 hari








    Yüklə 2,77 Mb.

    Dostları ilə paylaş:
    1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   18




    Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2020
    rəhbərliyinə müraciət

        Ana səhifə