Kebugaran jasmani budaya hidup sehat narkoba dampak seks bebas


n (n – 1). dimana n = jumlah tim / peserta



Yüklə 167,8 Kb.
səhifə60/60
tarix28.12.2021
ölçüsü167,8 Kb.
#17218
1   ...   52   53   54   55   56   57   58   59   60
n (n – 1). dimana n = jumlah tim / peserta.

Misalnya ada 4 peserta,maka jumlah pertandingan keseluruhan adalah 12 kali pertandingan. Setiap tim akan bertanding sebanyak 6 kali dengan tim lainnya.



Contoh cara menghitung pemenang pada sistem kompetisi penuh dapat menggunakan tabel seperti contoh berikut :
Klasemen Liga Inggris

Premier League




No.

Klub

M

M

S

K

SG

Nilai

Juara

1.

Chelsea

6

4

1

1

12-6

13

3

2.

Manchester United

6

6

0

0

15-5

18

1

3.

Arsenal

6

4

2

0

10-8

14

2

4.

Tottenham Hotspur

6

0

1

5

5- 9

1

4


Keterangan : menang : poin 3, seri : poin 1, kalah: poin 0
Untuk penyusunan urutan pertandingan misalnya 4 Tim dapat dipakai cara sbb :



A VS B

A VS D

A VS C

A VS B

A VS D

A VS C

C VS D

B VS C

D VS B

C VS D

B VS C

D VS B

Jumlah keseluruhan pertandingan : 12. Setiap tim bertemu 2 kali.



Perhatikan panah untuk menentukan siklus atau interval bertanding :
A B

C D


b. Setengah kompetisi.

Dalam sistem setengah kompetisi (round-robin), setiap peserta akan bertemu dengan semua peserta lainnya satu kali. Sistem setengah kompetisi biasanya dipakai dalam suatu babak penyisihan suatu turnamen, yang sering kali dilanjutkan dengan sistem gugur.

Untuk menghitung jumlah pertandingan pada sistem setengah kompetisi , dapat menggunakan rumus berikut :

n (n – 1 ) / 2. dimana n = jumlah tim / peserta.

Misalnya ada 4 peserta, maka jumlah pertandingan keseluruhan adalah 6 pertandingan. Setiap tim akan bertanding sebanyak 3 kali dengan tim lainnya.


Contoh cara menghitung pemenang pada sistem setengah kompetisi dapat menggunakan tabel seperti contoh berikut :

Klasemen Liga Futsal SMAK IPEKA



Futsal




No.

Klub

M

M

S

K

SG

Nilai

Juara

1.

A

3

2

1

1

8-9

7

3

2.

B

3

2

1

1

8-7

7

2

3.

C

3

0

2

1

6-8

2

4

4.

D

3

3

0

0

9-5

9

1

Keterangan : menang : poin 3, seri : 1, kalah: 0

Untuk penyusunan urutan pertandingan misalnya 4 Tim dapat dipakai cara sbb :





A VS B

A VS D

A VS C

C VS D

B VS C

D VS B

Jmlah pertandingan = 6

A B

C D


Perhatikan panah untuk menentukan siklus bertanding (sama seperti pada sistem kompetisi penuh) :


  • Sistem kompetisi biasanya menggunakan system perhitungan nilai sebagai berikut :

Menang = 3

Seri = 1


Kalah = 0

Berlaku pada cabang sepak bola.



  • Pada cabang bola voli, bulutangkis,tenis meja sistem nilai memiliki sistem perhitungan tersendiri.

Bagan pertandingan sistem kompetisi

CONTOH REKAPITULASI HASIL PERTANDINGAN SISTEM KOMPETISI



Nama Tim

A

B

C

D

dst

Main

Menang

Seri

Kalah

Nilai

A































B































C































D































….dst
































2. SISTEM GUGUR


  • Sistem gugur (atau sistem KO) merupakan salah satu format turnamen yang melibatkan semua peserta pada awal turnamen. Peserta yang kalah langsung keluar dari turnamen, sehingga dalam putaran berikutnya, banyak peserta berkurang separuhnya, dan seterusnya, hingga pada putaran akhir hanya ada satu pertemuan untuk menentukan sang juara. Dalam bahasa Inggris, sistem ini dikenal sebagai single-elimination system.

  • Sistem gugur terdiri dari :

sistem gugur tunggal (1 kali kalah) dan gugur ganda (2 kali kalah). Tapi umumnya yang sering dipakai adalah sistem gugur tunggal.

Sistem gugur digunakan dalam catur, tenis, dan turnamen sepak bola (seperti FA Cup). Oleh Champions League dan Piala Dunia FIFA sistem setengah kompetisi dimainkan dalam putaran awal dalam penyisihan grup, kemudian dilanjutkan dengan sistem gugur bagi tim-tim yang lolos.

Sistem gugur biasanya digunakan jika peserta yang ikut jumlahnya banyak dan jumlah hari pertandingan sangat sedikit,dengan melihat jenis pertandingan yang dilombakan. Misalnya : ada 16 peserta,jumlah hari bertanding 1 hari, untuk jenis pertandingan tenis meja masih sesuai. Jika pertandingannya sepak bola,tentu tidak sesuai karena sangat menguras fisik pemain.

Dalam membuat skema/bagan pertandingan pada sistem gugur yang penting untuk diperhatikan adalah : angka patokan. Angka patokan yang dimaksud adalah angka kelipatan : 2,4,8,16,32,64..dst., yang tujuannya memudahkan untuk mencari pemenangnya dengan jumlah yang genap sampai di babak penentuan juara (final).



Contoh :

  • Jika jumlah tim yang ikut bertanding 7 peserta, maka bagan nya dibuat seperti di bawah ini :



A
1


byee

E



G
2

B
3

Final juara 1 dan 2
4

Final juara 3 dan 4

C
5

H

6


F

D

7
8
Perhatikan penempatan “bye” sebaiknya di bagian atas atau di bawah,bisa juga di no.7.

Jumlah peserta harus diketahui lebih dahulu,sebelum membuat bagan/skema. Setelah itu di lanjutkan dengan undian.


  • Jika jumlah tim 10, gunakan babak penyisihan (2 tim yang harus disisihkan),perhatikan angka patokan yang paling dekat adalah 8.

1
2
3


4

Final juara 1 dan 2
5
6
7
8
9
10
Untuk menghitung jumlah pertandingan pada sistem gugur dapat digunakan rumus :

n-1. n = jumlah tim/peserta. Misalnya jumlah tim yang ikut ada 8, maka jumlah pertandingannya adalah 7 kali pertandingan sampai final untuk menentukan juara 1 dan 2. Tetapi jika ingin tentukan pemenangnya sampai juara 3 dan 4,maka jumlah pertandingannya 8 kali. Dalam bagan di atas,di buat garis terputus untuk menentukan juara 3 dan 4.

Sistem gugur ialah tatacara pelaksanaan pertandingan yang menetapkan bahwa peserta yang telah kalah pada babak pendahuluan atau babak sebelumnya tidak berhak mengikuti pertandingan tahap selanjutnya. Sebagai contoh, satu regu atau seorang pemain yang telah kalah dalam babak penyisihan tidak bisa bertanding pada babak selanjutnya. Hasil akhir yang diperoleh ialah peraih gelar juara, pertama dan, kedua ditentukan dalam babak akhir. Bahkan juga ditetapkan juara ketiga dan keempat sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa ciri sistem gugur ialah sebagai berikut.


    1. Yang kalah tidak berhak mengikuti pertandingan babak berikutnya.

    2. Pemenang lawan pemenang.

    3. Peserta yang tak terkalahkan sebagai juara pertama.

    4. Peserta yang kalah satu kali sebagai juara kedua.

Keuntungan memakai sistem gugur ialah:

    1. Peserta pertandingan relative lebih banyak.

    2. Menghemat waktu dan biaya.

Kelemahan sistem gugur ialah:

    1. Peserta yang sama kuat bisa bertemu pada babak pendahuluan.

    2. Peserta yang sangat kuat berhadapan dengan yang sangat lemah.

    3. Peserta yang maju ke babak berikutnya belum tentu tergolong peserta yang berprestasi.


Sistem gugur murni

Untuk jumlah peserta : 4, 8, atau 16, dan kelipatan selanjutnya, dapat langsung dibuat Gambar bagan

Sistem gugur tanpa tambahan bye atau babak penyisihan. Ini disebut dengan sistem gugur murni. Karena hasil regu yang bertanding selalu “genap”.

Contoh gbr bagan sistem gugur murni 8 peserta :




Sistem gugur dengan Bye

Untuk mengatasi masalah jumlah peserta tidak sesuai dengan angka patokan,maka salah satu cara adalah menggunakan “bye” seperti dalam contoh terdahulu. Seperti contoh, karena pesertanya tujuh, maka ditetapkan satu bye. siapa peserta yang memperoleh lawan “semu” dalam bagan ditentukan dengan undian. Penentuan kedudukan setiap peserta semu-nya berdasarkan hasil undian.

Keuntungan sistem gugur dengan bye sama dengan keuntungan sistem gugur murni. Kelemahannya, terutama dalam hal kesempatan bagi regu atau peserta yang lemah untuk maju ke babak berikutnya, karena secara kebetulan dia terkena bye berdasarkan hasil undian. Penyusunan bagan sama dengan sistem gugur murni (tidak gunakan bye atau babak penyisihan).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bagan sebagai berikut.

1)   Buatlah bagan dengan penempatan nomor (1-8 seperti dalam contoh).

2)   Tempatkan bye pada kedudukan ke-2.

3)   Kedudukan peserta dalam bagan ditentukan berdasarkan undian. Hasil undian Selanjutnya ditulis dalam bagan.
 
 Jika terdapat 12 peserta dan jika menggunakan bye , maka jumlah bye ada 4. penempatannya sebagai berikut.

1)     Bye pertama diletakkan pada kedudukan ke-2.

2)     Bye kedua pada kedudukan ke-7.

3)     Bye ketiga pada urutan ke-10.

4)     Bye keempat jatuh pada urutan ke-15.

Gbr bagan sistem gugur 12 peserta dengan bye :

Jika hanya 7 peserta, maka jumlah bye cukup satu saja, biasanya ditempatkan pada kedudukan ke-2. Contoh penempatan satu bye seperti dalam gambar berikut :



 Beberapa contoh lain bagan sistem gugur


.


Materi US PJOK KLS XII – SMAK IPEKA 2016-2017



Yüklə 167,8 Kb.

Dostları ilə paylaş:
1   ...   52   53   54   55   56   57   58   59   60




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin