Peran apoteker dalam meredakan heboh vaksin palsu



Yüklə 33,5 Kb.
tarix14.01.2017
ölçüsü33,5 Kb.
PERAN APOTEKER DALAM MEREDAKAN HEBOH VAKSIN PALSU

(Oleh Suyanto Apoteker)


Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah diolah, berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid, protein rekombinan yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi tertentu. Vaksin tersebut dalam dunia kesehatan dimaksudkan untuk meningkakan imunitas tubuh. Proses peningkatan imunitas tubuh atau imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Pada masyarakat modern vaksinasi atau imunisasi telah menjadi bagian dari budaya sehat. Imunisasi telah diterima masyarakat modern karena dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu sehingga memberikan rasa aman dari bahaya penyakit. Imunisasi telah menjadi kebutuhan dasar dan mendorong sebagian masyarakat untuk mencari sarana kesehatan penyedia layanan imunisasi yang berkualitas, bahkan banyak yang rela membayar mahal meskipun imunisasi dasar telah disediakan gratis oleh pemerintah.

Banyak alasan mengapa masyarakat memburu layanan imunisasi yang berkualitas, alasan tersebut diantaranya :


  1. lebih menjamin tercapainya tujuan imunisasi karena jaminan keaslian vaksin, pengelolaan vaksin yang lebih baik sehingga ada jaminan vaksin masih dalam keadaan baik saat digunakan.

  2. lebih menjamin keamanan atau setidaknya apabila ada reaksi yang tidak diinginkan akibat imunisasi akan memungkinkan penanganan yang segera dilakukan oleh tenaga profesional atau dokter spesialis.

  3. lebih baik dalam memberikan pelayanan, lebih memanusiakan pasien, lebih tulus dan lebih menunjukan kepedulian.

  4. lebih berkualitas dan memberikan gengsi.

  5. Lebih baik dalam memerikan informasi.

Namun apalah lajur yang terjadi apabila sarana kesehatan penyedia layanan imunisasi yang dianggapnya berkualitas atau lebih berkualitas ternyata terjebak vaksin palsu akibat pengelolaan obat yang kurang baik? Pastilah kekecewaan akibat tujuan imunisasi tidak tercapai dan kekawatiran akan efek negatif vaksin palsu dan dari keduanya akan menimbulkan kebutuhan baru yang mendesak yaitu informasi sebagai panduan untuk mengambil tindakan yang harus diambil.

Informasi yang telah disampaikan oleh para dokter anak dan pemerintah sebenarnya sudah tepat, yang mana bahwa masyarakat tidak perlu khawatir namun harus sesegera mungkin melakukan imunisasi ulang terhadap anaknya dan merujuk dari hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dirilis dimedia terhadap komposisi vaksin palsu bahwa masyarakat juga tidak perlu khawatir karena komposisi vaksin palsu bukan bahan berbahaya. Informasi tersebut tidak serta merta dapat diterima oleh para orang tua atau menyisakan kehebohan akibat ketidak percayaan. Hal ini terjadi karena orang tidak akan mudah mempercayai profesi yang telah memberikan vaksin palsu sehingga semua informasi yang disampaikan dianggap sebagai pembenaran belaka.

Untuk menekan kehebohan akibat simpang siur vaksin palsu, pemerintah sudah tepat dengan membuka crisis center vaksin palsu, namun untuk lebih efektifnya lebih baik melibatkan profesi kesehatan lain yang juga memahami farmakologi dan sarana kesehatan lain yang lebih mudah diakses masyarakat dan masih dipercaya masyarakat. Untuk itu saya mengusulkan untuk melibatkan profesi kesehatan lain yang juga merupakan ahli farmakologi selain dokter yaitu apoteker dan melibatkan sarana kesehatan lain yaitu tempat praktek apoteker yang salah satunya apotek.

Saya yakin dengan adanya second opinion dari apoteker kehebohan vaksin palsu akan dengan mudah diredam, toh apoteker cukup kompeten untuk hal ini. Mekanismenyapun cukup mudah, perintahkan cukup memerintahkan kepada semua apoteker termasuk yang dikomunitas dan mengirimkan hasil laboratorium komposisi vaksin palsu. Sudah menjadi tanggung jawab apoteker untuk ikut ambil bagian dalam meredam kehebohan vaksin palsu dengan menjelaskan kepada setiap masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai vaksin palsu.



Sekali lagi, kelebihan melibatkan apoteker sebagai bagian dari crisis center vaksin palsu adalah apotek mudah diakses dan tidak memerlukan biaya besar namun tujuan tetap dapat disampaikan dengan tepat dan akurat.

Menurut pendapat saya, apoteker di apotek sebagai tenaga kesehatan ikut bertanggungjawab untuk memberikan informasi yang benar mengenai dampak vaksin palsu untuk menenangkan masyarakat. Sebagai apoteker komunitas saya siap membantu pemerintah meredakan kehebohan vaksin palsu dan saya akan memberikan informasi yang benar mengenai vaksin palsu, masyarakat tidak perlu panik karena semua akan ditangani pemerintah dengan baik dan pemerintah akan bertanggung jawab terhadap kesehatan seluruh bangsa.

Yüklə 33,5 Kb.

Dostları ilə paylaş:




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə