Sistem penilaian dalam


yang memakai filter kain yang dicuci dan



Yüklə 2,77 Mb.
səhifə13/18
tarix06.05.2017
ölçüsü2,77 Mb.
1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   18

yang memakai filter kain yang dicuci dan

  • direbus setiap habis pakai.

  • 8. Penyimpanan susu

  • Suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan

  • bakteri. Penyimpanan pada suhu kamar

  • jumlah bakteri dalam susu akan lebih bayak

  • daripada bila disimpan pada suhu rendah.



  • FAKTOR LINGKUNGAN : Pengaruhnya 70 – 75 %

    • FAKTOR LINGKUNGAN : Pengaruhnya 70 – 75 %

    • Musim

    • Daerah tropis : adanya perbedaan produksi susu padfa sapi-sapi yang beranak pada musim hujan dan kemarau. Pada musim hujan produksi susu > daripada produksi pada musim kemarau

    • Musim hujan : ketersediaan pakan berlimpah

    • Musim kemarau : ketersediaan pakan terbatas



    2. Suhu Lingkungan

    • 2. Suhu Lingkungan

    • Suhu kritis sapi FH 27 oC

    • Bila suhu udara tinggi diatas suhu kritis akan menyebabkan pengeluaran panas tubuh terhalang akibatnya temperatur tubuh naik, ternak akan banyak minum sehingga konsumsi pakan rendah yang berakibat pada penurunan produksi susu.

    • Bila suhu udara di bawah suhu kritis maka ternak akan merombak cadangan energi tubuhnya, energi ini dibutuhkan untuk melawan rasa dingin karena pengaruh



    luar.

    • luar.

    • Perombakan cadangan energi tubuh akan berakibat ternak merasa lapar sehingga konsumsi pakan meningkat yang berdampak pada peningkatan produksi susu.

    • 3.Lama Pengeringan

    • Lama pengeringan yang ideal : 60 hari

    • Tujuan dari pengeringan :

    • Memberi keempatan kelenjar susu untuk



    beristirahat sehingga dapat melakukan regenerasi sel ( mengganti sel-sel yang rusak) sehingga produksi susu pada masa laktasi berikutnya tinggi.

    • beristirahat sehingga dapat melakukan regenerasi sel ( mengganti sel-sel yang rusak) sehingga produksi susu pada masa laktasi berikutnya tinggi.

    • Semakin pendek periode pengeringan maka produksi susu pada masa laktasi berikutnya semakin rendah.

    • 4. Calving Interval

    • Caliving Interval yang baik : 12 bulan

    • Sapi Beranak pertama kali umur 2 – 3 tahun



    Calving Interval yang terlalu panjang akan berdampak pada :

    • Calving Interval yang terlalu panjang akan berdampak pada :

    • - Produksi susu dalam 1 masa

    • laktasi turun

    • - Produksi susu selama umur

    • produktif turun

    • - Produksi anak turun

    • 5. Frekuensi Pemerahan

    • Sapi yang produksi susunya tinggi apabila diperah 3 – 4 kali sehari produksi susunya akan lebuh tinggi daripada diperah 2 kali



    Pemerahan 3 x sehari dengan interval 8 jam produksi susu akan naik 15 – 20% daripada pemerahan 2 x

    • Pemerahan 3 x sehari dengan interval 8 jam produksi susu akan naik 15 – 20% daripada pemerahan 2 x

    • Di Indonesia pemerahan dilakukan 2 x dalam sehari karena produksi susunya sedikit.

    • 6. Penyakit

    • Sapi yang sedang menderita penyakit akan berpengaruh pada produksi susu yang dihasilkan

    • Penurunan produksi susu pada sapi-sapi yang sakit akibat dari penurunan nafsu makannya



    7. Kecepatan Pemerahan

    • 7. Kecepatan Pemerahan

    • Kaitanya dengan Milk Let Down

    • Adanya rangsangan pencucian ambing akan menimbulka rangsangan yang akan dibawa syaraf ke otak, oxitocin akan dicurahkan ke dalam aliran darah sampai ke ambing, menyebabkan sel-sel myoepitel berkontraksi, susu akan turun ke bagian bawah dan siap dikeluarkan lewat putting.

    • Mulai rangsangan sampai susu turun butuh waktu 45-60 detik.



    Pengaruh hormon oxitocin paling efektif hanya 7 menit.

    • Pengaruh hormon oxitocin paling efektif hanya 7 menit.

    • Bila pemerahan dilakukan > 7 menit pengaruh oxitocin akan berkurang sehingga produksi susu berkurang.

    • 8.Interval Pemerahan

    • Interval pemerahan yang tidak tetap akan menyebabkan terjadinya perubahan produksi susu dan komposisinya

    • Interval pemerahan yang panjang menyebabkan jumlah produksi susu tinggi tapi kandungan lemaknya rendah.



    9. Pakan

    • 9. Pakan

    • Pemberian pakan yang kurang akan menyebabkan penurunan produksi susu

    • Pemberian pakan yang jumlahnya lebih dari kebutuhan tidak akan meningkatkan produksi susu lebih dari kemampuan genetiknya.

    • Pemberian pakan secara ad libitum dengan kandungan nutrisi yang imbangannya rasional dapat meningkatkan produksi susu sesuai kemampuan produksinya.



    10. Kondisi Saat Beranak

    • 10. Kondisi Saat Beranak

    • Bila saat beranak kondisinya menurun ( kurus), produksi susu akan turun bila dibandingkan sapi yang beranak dalam kondisi baik, pengaruhnya 25 % terhadap produksi susu.



    B. FAKTOR GENETIK

    • B. FAKTOR GENETIK

    • PENGARUHNYA 25-30%

    • BANGSA ( BREED)

    • Bangsa-bangsa sapi perah yang besar : Holstein dan Brown Swiss jumlah produksi susunya lebih banyak daripada bangsa sapi perah yang kecil seperti Jersey dan Guernsey, tetapi bangsa sapi perah yang kecil kadar lemaknya olebih tinggi.







    Yüklə 2,77 Mb.

    Dostları ilə paylaş:
    1   ...   10   11   12   13   14   15   16   17   18




    Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2020
    rəhbərliyinə müraciət

        Ana səhifə