Matriks prioritas, fokus, dan kegiatan prioritas rencana kerja pemerintah tahun 2008


PRIORITAS 2 : REVITALISASI PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN



Yüklə 1,19 Mb.
səhifə2/9
tarix14.04.2017
ölçüsü1,19 Mb.
1   2   3   4   5   6   7   8   9


PRIORITAS 2 : REVITALISASI PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN

No

Fokus/Kegiatan Prioritas

Keluaran

Program

Instansi Pelaksana

Fokus 1: Peningkatan Produksi Pangan yang Mengarah ke Swasembada Pangan terutama Beras dan Akses Rumah Tangga terhadap Pangan







a.

Penyediaan dan perbaikan infrastruktur pertanian dalam mendukung ketahanan pangan

Jaringan irigasi desa dan tingkat usaha tani 145.000 ha, TAM 30.000 ha, jalan usaha tani dan jalan produksi 500 km, cetak sawah dan pendampingan seluas 30.200 ha pada 40 kabupaten


Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Deptan

b.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), penyakit hewan, karantina dan peningkatan keamanan pangan

OPT tanaman pangan 33 unit dan OPT kebun seluas 29 ribu ha, OPT hortikultura di 33 provinsi, fasilitasi 65 pos kesehatan hewan, 500 ribu dosis vaksin anthrax, 600 ribu dosis vaksin rabies penyediaan 2.024 tenaga karantina, dan pembangunan 33 unit laboratorium Kesmavet


Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Deptan

c.

Pengembangan pembibitan sapi

Pengadaan 1.500 ekor bibit sapi bunting eks-impor dan fasilitasi kegiatan pembibitan sapi 9 unit


Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Deptan

d.

Bantuan benih/bibit kepada petani dalam mendukung Ketahanan Pangan

Pengadaan benih sukun 200 ribu, 3 juta benih pisang, termanfaatkannya benih unggul bermutu untuk petani miskin (padi non hibrida 1,2 juta ha, jagung komposit 500 ribu ha, dan kedelai 120 ribu ha)


Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Deptan

e.

Peningkatan penanganan pasca panen dan pengolahan pangan

Sarana pasca panen mendukung P2BN swasembada jagung di 139 kabupaten


Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Deptan

f.

Pengembangan desa mandiri pangan diversifikasi pangan, penanganan rawan pangan dan kelembagaan ketahanan pangan

Pengembangan desa mandiri pangan di 824 desa pada 200 kab.kota, pengembangan PIDRA 100.000 KK, pengembangan cadangan pangan berbasis lokal di 30 kabupaten


Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Deptan

g.

Penyediaan dana subsidi ketahanan pangan


Tersedianya subsidi ketahanan pangan

Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Perbankan

h.

Penyediaan subsidi pupuk dan benih

Tersedianya subsidi pupuk dan benih

Program Peningkatan Ketahanan Pangan

PT Sangyang Sri dan PT Pertani, BUMN Produsen Pupuk


i.

Penyediaan dana alokasi khusus untuk mendukung ketahanan pangan

Terdianya dana alokasi khusus untuk mendukung ketahahan pangan


Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Depkeu, Depdagri

j.

Koordinasi monitoring dan evaluasi cadangan dan penanganan pangan strategis

1 laporan dan 4 rumusan kebijakan cadangan dan penanganan pangan strategis

Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Kemenko Perekonomian

Fokus 2: Peningkatan Produktivitas dan Kualitas, Pengolahan dan Pemasaran Produk Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Kehutanan










Peningkatan produksi dan pendapatan petani dengan mendorong:













Revitalisasi unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) dan kelompok UPJA (KUPJA)

Pengaktifan 36 UPJA horti, pengaktifan UPT BPMA (Balai Penguji Mutu Alsin) di 139 kabupaten, UPJA mesin pengolah ransum dan mesin tetas unggas 10 kelompok, UPJA tanaman pangan 1.980 kelompok UPJA/KUPJA kebun di 11 provinsi


Program Pengembangan Agribisnis

Deptan



Pengembangan pertanian terpadu tanaman-ternak, kompos dan biogas

Paket sistem terpadu horti, ternak, kompos, dan biogas di 108 kabupaten, paket sistem pertanian terpadu ternak dan kebun 3 paket 500 batamas (biogas ternak bersama masyarakat), mesin pembuat pupuk organik 440 unit


Program Pengembangan Agribisnis

Deptan



Peremajaan tanaman perkebunan rakyat

Kebun bibit pokok 10 ha, kapas 25.000 ha. kakao 51.000 ha, kelapa rakyat 10.000 ha, lada 600 ha, kina 40 ha, pendampingan dan pengawalan revitalisasi


Program Pengembangan Agribisnis

Deptan



Penyediaan dan perbaikan infrastruktur pertanian dalam mendukung pengembangan agribisnis

Embung 100 unit, irigasi tanah dangkal 550 unit, jalan usaha tani 200 km bangun/rehab kantor 12 unit, bangun/rehab instalasi 4 unit, lab 2 paket, peralatan lab 2 paket, perluasan areal horti dan kebun 12 ribu ha, padang penggembalaan 5.000 ha.


Program Pengembangan Agribisnis

Deptan



Pengembangan desa mandiri energi

5 desa mandiri energi basis coconut-biodiesel, 20 desa mandiri energi basis minyak jarak pagar


Program Pengembangan Agribisnis

Deptan



Penyediaan subsidi bunga penyediaan energi nabati dan revitalisasi perkebunan

Tersedianya dana subsidi untuk pengembangan BBN dan revitalisasi perkebunan


Program Pengembangan Agribisnis

Perbankan



Penyediaan dana alokasi khusus untuk mendukung pengembangan agribisnis

Tersedianya DAK Pertanian

Program Pengembangan Agribisnis

Depkeu/Depdagri




Pembentukan/pengaktifan kelompok tani dan gabungan kelompok tani

Penguatan modal 180 unit LKM horti, pemberdayaan P3A, LKM 25 kelompok, 227.704 kelompok tani, dan 3.594 gapoktan


Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

Deptan



Pengembangan magang sekolah lapang

Magang SL bagi pelaku usaha/petani 11.505 orang, 89 kelp SLPHT pekebun, SLPHT horti 231 unit, 10.000 unit SLPHT tanaman pangan.



Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

Deptan



Peningkatan sistem penyuluhan dan sumberdaya manusia pertanian

Biaya operasional 28,5 ribu penyuluh, tambahan 16 ribu penyuluh baru dalam rangka pendampingan petani, fasilitas farmer empowerment through agriculture technology and information (FEATI) di 71 kab/18 provinsi, dan pembangunan/renovasi 268 unit BPP


Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

Deptan




Peningkatan produksi perikanan dan pendapatan nelayan, pembudidaya ikan dan masyarakat pesisir lainnya dengan melakukan:












Pembinaan dan pengembangan sistem usaha perikanan

Terbinanya dan berkembangnya sistem usaha perikanan di 33 provinsi; 21 UPT; 10 klaster industri perikanan; 6 lokasi buffer stock rumput laut


Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Pengembangan dan penyelenggaraan karantina perikanan dan sistem pengelolaan kesehatan ikan

Terselenggara sistem pengelolaan kesehatan ikan di 33 provinsi dan berkembangannya 43 UPT Karantina Perikanan, 3 lokasi laboratorium HPIK


Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Penyelenggaraan revitalisasi perikanan

Peningkatan produksi perikanan sebesar 7,9 juta ton serta produk olahan 3,6 juta ton


Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Peningkatan sistem penyuluhan dan pengembangan SDM kelautan dan perikanan

Berkembangnya SDM kelautan dan perikanan melalui 12 Sekolah/Akademi/Sekolah Tinggi, 6 Balai pelatihan serta perkuatan sistem penyuluhan perikanan dan pengembangan 2.600 orang penyuluh, 10 unit perahu penyuluh


Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Penguatan dan pengembangan pemasaran dalam negeri dan ekspor hasil perikanan

  • Peningkatan volume ekspor sebesar1,6 juta ton dan nilai ekspor sebesar USD$ 2,3 miliar;

  • Peningkatan konsumsi ikan sebesar 26,02 Kg perkapita/tahun

Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana perikanan serta input produksi lainnya

  • Pengembangan/rehabilitasi dan bantuan operasionalisasi 21 UPT Pelabuhan Perikanan, 99 PPI; 33 BBI, 10 BBU, 10 BBUG dan 330 sarana rangkap skala kecil, dan

  • 22 lokasi breedstock, 13 lokasi breedstock center UPT Pusat, 18 lokasi backhoe.




Pengembangan sumber daya perikanan

DKP

DKP




Peningkatan mutu dan pengembangan pengolahan hasil perikanan

Meningkatnya mutu dan pengembangan pengolahan hasil perikanan di 10 lokasi sentra pengolahan, pengembangan cold chain system di 24 lokasi serta pengembangan 16 Laboratorium Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP)


Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Pengembangan dan pengelolaan sumber daya riset kelautan dan perikanan serta penyebaran pemanfaatan iptek

Sarana dan prasarana di 16 satker BRKP; 10 paket diseminasi teknologi berbasis masyarakat; 1 stasiun pemantauan tuna; dan riset komoditas unggulan perikanan

Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Pengembangan rekayasa teknologi terapan perikanan

Berkembangnya rekayasa teknologi perikanan di 14 Balai Budidaya/Penangkapan/Pengujian Hasil Perikanan


Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Pengelolaan sumber daya ikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan

Terkelolanya sumber daya ikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan di 9 lokasi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)


Pengembangan sumber daya perikanan

DKP



Pengembangan sistem, data, statistik, dan informasi kelautan dan perikanan

Terwujudnya peningkatan pelayanan data, statistik, dan informasi pembangunan kelautan dan perikanan di 33 provinsi


Penguasaan serta Pengembangan Aplikasi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi

DKP



Pengembangan pengelolaan konservasi laut dan perairan

Berkembangnya pengelolaan konservasi laut pada 15 lokasi Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) di 15 Kab/Kota, dan berkembangnya 8 UPT; 33 kabupaten/kota PLBPM


Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam

DKP



Pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang, mangrove, padang lamun, estuaria, dan teluk

Terkelolanya dan terehabilitasinya terumbu karang pada 21 Kab/Kota di 8 Provinsi


Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam

DKP




Peningkatan kualitas pertumbuhan kehutanan dengan melakukan:












Pengembangan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat

Fasilitasi pembangunan HTI seluas 600 ribu ha dan HTR seluas 200.000 ha

Program Pemantapan Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan

Dephut



Pengelolaan hutan produksi yang tidak dibebani hak/ijin pemanfaatan

Selesainya rancang bangun pembentukan unit usaha HPH, HTI, dan HTR pada kawasan hutan yang belum dibebani hak seluas 4 juta ha.


Program Pemantapan Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan

Dephut



Pengembangan pengelolaan/pemanfaatan hutan alam

30 unit IUPHHK bersertifikat PHPL mandatory, 64 unit HPH melaksanakan sistem silvikultur intensif


Program Pemantapan Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan

Dephut



Restrukturisasi industri primer kehutanan

Terfasilitasinya peningkatan produksi industri pengolahan hasil hutan dan efisiensi pemanfaatan bahan baku sebesar 5 persen.


Program Pemantapan Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan

Dephut



Penertiban peredaran hasil hutan

Terkendalinya aliran hasil hutan (volume dan jenis) sesuai dengan data fisik/penerimaan iuran kehutanan


Program Pemantapan Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan

Dephut

Fokus 3: Perluasan Kesempatan Kerja untuk Mendukung Diversifikasi Ekonomi Perdesaan









Mekanisasi kegiatan produksi pertanian pasca panen dalam mendukung pengembangan agribisnis

Kelembagaan pasca panen hortikultura di 30 kab dan hasil perkebunan di 45 kabupaten


Program Pengembangan Agribisnis

Deptan



Penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui PMUK dan LM3

400 kelompok PMUK ternak, 150 LM3 dan 105 PMUK horti, terbangunnya dan berkembangnya usaha pengolahan dan pemasaran horti di 150 LM3, fasilitasi pemberdayaan SDm di 1.000 LM3, terdistribusinya paket teknologi budidaya padi 1,2 juta ha, jagung 500 ribu ha, dan kedelai 120 ribu ha


Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

Deptan



Pengembangan agroindustri perdesaan

Industri olahan berbasis tepung lokal di 29 kab, pengolahan hasil hortikultura di 35 kab, pengolahan hasil perkebunan di 50 kab, pengolahan hasil ternak di 15 kab, pengolahan pakan di 15 kabupaten sentra unggas


Program Pengembangan Agribisnis

Deptan



Penyediaan dana melalui koperasi untuk pengadaan sarana produksi bersama anggota

Terlaksananya bantuan kepada 125 koperasi

Program Pengembangan Kewira usahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM


Kemeneg KUKM



Pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat perdesaan

Terlaksananya bimbingan teknis sebanyak 12 angkatan; orientasi sebanyak 7 angkatan; dan pelatihan dan pelatihan untuk pelatih (TOT) bagi tenaga pengurus lembaga/organisasi masyarakat desa, yang diselenggarakan di 3 Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Balai PMD)


Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

Depdagri



Peningkatan kapasitas fasilitator pembangunan perdesaan

Terlaksananya pelatihan dan bimbingan konsultasi bagi para fasilitator pembangunan perdesaan yang berasal dari organisasi/lembaga masyarakat desa, yang diselenggarakan di 3 Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Balai PMD)


Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

Depdagri



Penyelenggaraan diseminasi informasi bagi masyarakat desa

Tersedianya informasi pembangunan secara luas dan mudah diakses bagi masyarakat perdesaan serta informasi tentang kemajuan pembangunan perdesaan bagi masyarakat luas, melalui pemanfaatan media cetak, media elektronik, dan media lainnya termasuk forum-forum pertemuan di tingkat daerah dan nasional yang dapat memotivasi kemajuan pembangunan perdesaan


Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

Depdagri



Pemantapan kelembagaan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan

Terlaksananya Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer/TOT) sebanyak 3 angkatan, bimbingan teknis 3 angkatan, pelatihan pengembangan kapasitas pemerintahan desa sebanyak 1 angkatan, dan I RUU tentang desa


Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

Depdagri



Peningkatan kapasitas aparat pemda dan masyarakat dalam pembangunan kawasan perdesaan

Terlaksananya sosialisasi pedoman pembangunan kawasan perdesaan terpadu berbasis komunitas di 10 Provinsi, fasilitasi penyusunan Perda di 5 Provinsi, monitoring dan Evaluasi di 10 Provinsi


Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

Depdagri



Fasilitasi pengembangan diversifikasi ekonomi perdesaan

Terlatihnya aparat kabupaten dan kecamatan sebanyak 180 orang di bidang kewirausahaan agribisnis dalam kawasan agropolitan.


Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Depdagri



Pembinaan lembaga keuangan perdesaan

Tersosialisasinya payung hukum lembaga keuangan perdesaan dan pengelolaan keuangan perdesaan.


Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Depdagri



Penyelenggaraan diseminasi teknologi tepat guna bagi kawasan perdesaan

Terlaksananya gelar, pelatihan, bimbingan teknis, dan pos pelayanan teknologi tepat guna (TTG)


Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Depdagri



Fasilitasi pengembangan potensi perekonomian daerah dan pengembangan produk unggulan daerah

Terlaksananya pemetaan potensi ekonomi daerah dan fasilitasi pemerintah daerah dalam implementasi pengembangan produk unggulan daerah


Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Depdagri



Pengembangan prasarana dan sarana di kawasan agropolitan

Tersedianya prasarana dan sarana di 65 kawasan agropolitan


Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Dep.PU



Percepatan pembangunan kawasan produksi di daerah tertinggal

Terbangunnya kawasan produksi (perkebunan, peternakan, perikanan) di 58 kabupaten tertinggal.


Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Kemeneg. PDT



Percepatan pembangunan pusat pertumbuhan daerah tertinggal

Terlaksananya perbaikan mutu pengeolaan sumberdaya alam di 28 kabupaten tertinggal.



Program Pengembangan Ekonomi Lokal

Kemeneg. PDT



Peningkatan infrastruktur perdesaan skala komunitas


Terbangunnya prasarana dan sarana perdesaan untuk mendorong diversifikasi dan petumbuhan ekonomi serta penanggulangan kemsikinan di perdesaan di 2.000 desa di 17 provinsi

Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Perdesaan

Dep. PU



Percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan

Terbangunnya sistem pebangkit listrik alternatif (solar home system) pada desa-desa tanpa jaringan listrik di 81 kabupaten tertinggal.


Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Perdesaan

Kemeneg. PDT



Penyusunan rencana induk sistem pengembangan kota-kota kecil dan menengah


Tersusunnya rencana induk sistem pengembangan kota-kota kecil dan menengah pada 4 provinsi

Program Pengembangan Kota Kecil dan Menengah

Dep.PU



Pembangunan sarana dan prasarana pendukung di kota kecil dan menengah

Pembangunan sarana dan prasarana pendukung perkotaan di kota-kota kecil dan menengah melalui pengembangan SPAM IKK di 250 kawasan


Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Dep.PU



Bimbingan teknis penyusunan RTRW Kab/Kota

Tersusunnya rencana rinci tata ruang di kota kecil menengah di 15 Kabupaten


Program Penataan Ruang

Dep.PU



Pengembangan dan revitalisasi sistem dan kelembagaan ekonomi

Tersusunnya konsep kebijakan pengembangan dan revitalisasi sistem kelembagaan ekonomi perkotaan


Program Pengembangan Keterkaitan Pembangunan Antar Kota

Depdagri

Fokus 4: Peningkatan Kualitas Pengelolaan Hutan dan Lingkungan







a.

Pengendalian kebakaran hutan

Menurunnya hot spot menjadi sekitar 30 persen dari tahun 2006

Program Perlindungan dan Konservasi SDA

Dephut

b.

Rehabilitasi hutan dan lahan

Tersusunnya rencana teknis RHL dan terselenggaranya rehabilitasi hutan di daerah rawan banjir


Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan SDA

Dephut

c.

Pembangunan KPH

Ditetapkannya 7 unit KPH Model di 7 provinsi dan penyelesaian rancangan bangun KPH Model 21 unit di 21 provinsi


Program Pemantapan Pemanfaatan Potensi SDH

Dephut

d.

Pengelolaan taman nasional model

Terwujudnya kelembagaan pengelolaan kolaboratif di 15 taman nasional model dan terlaksananya pengembangan 3 taman nasional dalam rangka DNS


Program Perlindungan dan Konservasi Sumberdaya Alam

Dephut

Fokus 5: Pembaruan Agraria Nasional







a.

Pengaturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T)

  • 10 ribu bidang konsolidasi tanah

  • Redistribusi tanah (termasuk pemetaan untuk mendukung PPAN) 300 ribu bidang tanah

  • Inventarisasi P4T di 2.000 kel/desa




Program Pengelolaan Pertanahan

BPN

b.

Pengendalian dan pemberdayaan kepemilikan tanah

  • 419 kabupaten/kota

Program Pengelolaan Pertanahan

BPN

c.

Pengkajian dan penanganan sengketa dan konflik pertanahan

  • 2.600 perkara di 419 kab/kota

Program Pengelolaan Pertanahan

BPN


Yüklə 1,19 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6   7   8   9




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2020
rəhbərliyinə müraciət

    Ana səhifə