Tugas manajemen



Yüklə 1,02 Mb.
səhifə5/25
tarix14.04.2017
ölçüsü1,02 Mb.
#14143
1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   25

dihindari. Al dan Laura Ries (2006) menunjukkan bahwa hewan-hewan utama

pun berevolusi ( l ihat Gambar 2.1).

Mereka pun sudah

mulai mencari jalan

mengenal Tuhan. Hanya

saja Tuhan yang mereka

cari masih belum

mereka temukan.

Dalam proses evolusi

Selanjutnya barulah

bangsa-bangsa di

sekitar Mesir mengenal

Tuhan dan berkem-

banglah ajaran-ajaran

monoteisme yang

mengenal Tuhan mela-

lui Firman-Nya. Saya

sendiri percaya, proses

pencarian "Tuhan" bagi

bangsa-bangsa di

Timur Tengah melewati

masa yang panjang.

Gambar 2.1

Dalam seleksi alam,

menurut Darwin, bukan

yang terkuat yang akan

bertahan, melainkan

yang paling adaptif.

Mitsui misalnya, adalah

sebuah perusahaan

terkuat diJepang

sebelum perang

dunia kedua berakhir.

Namun setelah Jepang

kalah, Amerika melihat

Mitsui sebagai ancaman

karena mereka mampu

membuat senjata.

Mitsui pun harus

dibubarkan, dan yang

lebih menyakitkan,

perusahaan-perusaha-

andi Jepang dilarang

menampung "alumnus"

Mitsui dalam jumlah

lebih dari dua orang.

Aset-aset Mitsui

dipecah menjadi sekitar

200 perusahaan.

Pada Gambar 2.1, tampak pencabangan dari keturunan panther, yang mem-

bentuk kategori-kategori baru hewan pemangsa, yaitu jaguar, leopard, harimau,

dan singa. Hal serupa juga terjadi pada keturunan hewan orang utan yang men-

jelma menjadi monyet, gibon, gorila, simpanse, sampai tarsius yang hanya sebesar

ukuran jempol Anda.

Mereka berubah membentuk kategori baru dengan

kode-kode DNA yang baru.

Menurut Charles Darwin dalam bukunya yang terkenal, The Origin of Spe-

cies, makhluk hidup mengalami tekanan-tekanan untuk mampu terus bertahan.

Mereka akan melewati proses seleksi alamiah secara perlahan-lahan, sehingga se-

bagian dari spesies yang ada akan mengalami kepunahan, tetapi pada saat yang

bersamaan juga akan muncul spesies baru atau kategori-kategori baru. Seleksi

alam bukan hanya terjadi pada hewan dan tumbuh-tumbuhan.

••• Perusahaan-perusahaan dan

Merek-merek pun Berevolusi

Dalam Teori Evolusi, Charles Darwin memperkenalkan dua istilah yang sa-

ngat penting, yaitu anagenesis dan cladeogenesis.

ANAGENESIS

Pada dasarnya adalah sebuah evolusi yang

menggeser sosok makhluk hidup dari satu

kondisi di masa lalu menjadi seperti sekarang.

Dalam ilmu perubahan, anagenesis sering juga

disebut dengan istilah perubahan perlahan-lahan

(gradual change) atau incremental change. Ada

yang menyebutnya sebagai proses inovasi, atau

renovasi. Misalnya buah durian yang tadi-nya

berpohon tinggi dan buahnya relatif kecil berhasil

diubah menjadi berpohon tidak tinggi, namun

berbuah besar.

CLADEOGENESIS

Adalah proses pencabangan, dari suatu batang

pokok kepada cabang-cabang baru. Dari panther,

muncullah leopard, singa, harimau, dan jaguar.

Proses evolusi yang bercabang-cabang baru ini

kelak dikenal dengan istilah divergence. Pada

kategori besar yang serupa muncul sub-sub kate-

gori yang berbeda, namun memiliki kemiripan

kode-kode molekul pembawa sifat

Kedua istilah yang berasal dari Charles Darwin itu kemu-

dian menjadi sangat dikenal dalam bisnis. Para ahli menemu-

kan bahwa perusahaan-perusahaan dan merek-merek besar

pun tidak luput dari proses seleksi alam.

Di Pulau Jawa, kelompok perusahaan raksasa berbasiskan

agrobisnis yang sempat menguasai sebagian besar pasar di

Asia juga berevolusi setelah perang berakhir. Oei Tiong Ham

Concern yang dikenal sebagai raja gula selama puluhan tahun,

tiba-tiba harus meninggalkan negeri ini karena terbukti pega-

wai-pegawainya melakukan kegiatan perdagangan yang ilegal.

Sebagian keturunannya melarikan diri, dan harta-harta mi-lik

perusahaan diambil alih oleh negara. Sekarang Oei Tiong

Ham Concern telah berubah wujud menjadi PT. Rajawali Nu-

santara Indonesia yang bergerak dalam bidang perkebunan,

pabrik gula, pabrik obat, perdagangan umum, asuransi, dan

sebagainya.

Demi eksistensinya di sini, Coke tidak hanya menjual soda,

melainkan juga air mineral (Ades). Sementara pemimpin pasar air

mineral (Aqua) terpaksa melakukan co-branding dengan Danone.

Sementara itu, Nokia yang pada masa perang dingin menjadi anak

kesayangan Uni Soviet dengan memproduksi alat-alat

telekomunikasi, hasil hutan, televisi dan sepatu boot, beralih ke

teknologi mobile digital (cellular phone). Semua pergeseran itu

tentu ada alasan-alasannya. Tekanan-tekanan lingkungan

memaksa mereka untuk berubah atau punah.

••• Kompetisi Mendorong Perubahan

Sejak teori ekonomi diperkenalkan, para ahli sepakat bahwa

kompetisi itu sehat. Kompetisi dapat mendorong kegairahan

untuk memacu prestasi dan kreativitas. Berkat kompetisi maka

produk-produk yang ditawarkan akan menjadi lebih bervariasi,

lebih banyak pilihan, lebih baik, lebih cepat, lebih hemat energi,

dan lebih murah. Orang yang berkompetisi akan terlihat gerah,

karena sekali saja ia lengah, posisinya di pasar persaingan akan

berubah. Ia dapat dikalahkan sewaktu-waktu.

Saya sering mengatakan kepada para mahasiswa atau peserta

seminar:

KITA BISA SAJA MENJADI TAMPAK TUA BUKAN

SEMATA-MATA KARENA KITA BENAR-BENAR SUDAH

TUA. KITA BISA MENJADI TAMPAK TUA KARENA ADA

BANYAK ORANG YANG "TAMPAK" LEBIH MUDA DI

SEKITAR KITA.

Orang yang "tampak" muda itu bisa saja benar-benar berusia

muda, tetapi tidak jarang terjadi orang-orang sebaya kiia atau

lebih tua dari kita juga tampak' lebih muda. Mengapa mereka

tampak lebih muda? Jawabnya adalah karena mereka merespons

pe-rubahan dan memperbaharui diri. Mereka mengganti

kacamatanya sehingga tampak lebih modis, potongan rambut

disesuaikan dengan sclera zamannya, demikian pula cara mereka

berpakaian dan mengungkapkan pikiran-pikiran mereka.

Perusahaan juga bisa menjadi tampak tua karena hal-hal sepele.

Gedungnya kusam, lampu-lampunya rcdup, pegawainya tidak

diurus dengan baik, respons terhadap berbagai permintaan lambat

atau bahkan kurang tanggap, banyak melakukan kesalahan,

logonya lama tak diremajakan, armadanya sudah tua, usia

pegawainya rata-rara sudah tua, tingkat turnover-nya. rendah,

pakaian mereka ke-tinggalan zaman, dan yang lebih penting lagi

produk dan jasa yang ditawarkan dari waktu ke waktu tetap sama.

Di tangan direksi yang

sekarang mengelola,

pernah disampaikan

kepada penulis, bahwa

PT. Rajawali mempunyai

visi akan berevolusi

menjadi perusahaan

energi hijau yang ramah

lingkungan. Itulah yang

menyebabkan Rajawali

mulai menanam pohon-

pohon jarak dikebun-

kebun miliknya.

Tarsius adalah simbol

kasih sayang, karena

hanya mengawini satu

pasangan saja. Kalau

salah satu dipisahkan, ia

akan mati.

Manusia menangkap

kesan pertama melalui

mata. Dari mata terben-

tuklah persepsi melalui

pikiran.

Ini berlaku bukan hanya

untuk dunia usaha saja,

melainkan juga

universitas-universitas

atau lembaga-lembaga

pendidikan (yang harus

terus memperbaharui

kurikulum dan teaching

delivery, dan pengajar-

pengajarnya), badan-

badan pemerintah,

badan-badan amal dan

lembaga-lembaga

keagamaan serta lem-

baga-lembaga swadaya

masyarakat.

Namun hati-hati kalau

sudah terlalu tinggi,

para manajer hanya

akan disibukkan untuk

wawancara calon karya-

wan. Dan akan ditemui

lebih banyak keluhan

daripada senyuman.

Perusahaan yang dipersepsikan "tua" adalah perusahaan yang dianggap seben-

tar lagi akan mati. Pasar beranggapan perusahaan ini layak ditinggalkan. Ia layak

ditinggalkan karena dianggap sudah "tidak fit" lagi dengan keinginan-keinginan

para pelanggannya. Semua itu menunjukkan bahwa mereka tidak inovatif.

"Menjadi tampak muda" adalah sebuah tuntutan. Itu sebabnya lembaga-lem-

baga yang ingin sehat dituntut untuk melakukan rekrutmen pegawai secara berka-

la dan menjalankan pensiun bagi yang sudah melewati usia tertentu. Dan bagi

yang sudah pensiun harus rela meninggalkan gelanggang, bukan menimbulkan

kegaduhan-kegaduhan lewat pesan-pesannya melalui cara-cara tidak resmi.

Dahulu kita beranggapan mempertahankan loyalitas karyawan sangat pen-

ting. Turnover yang rendah berarti bagus. Tetapi sekarang di mana-mana mulai

terdengar tawaran "pensiun dini", sementara rekrutmen baru (fresh graduates)

tetap dilakukan. Refreshment semata-mata dibutuhkan agar terjadi penguatan

mutu DNA.

Harap diingat: Setiap pemikiran akan produk adalah

hasil dari perkawinan pemikiran. Perkawin-an

pemikiran yang sehat adalah perkawinan si-lang

antara latar belakang, budaya, pengetahuan, dan

tentu saja antargenerasi.

Mengapa demikian? Semua itu diperlukan untuk menciptakan penyegaran.

Bahkan sekarang ditemui, masalah besar justru dihadapi oleh perusahaan-perusaha-

an (misalnya bank pemerintah atau badan-badan usaha milik negara/daerah) dan

negara (pegawai negeri) yang turnover (perputaran) karyawan-karyawannya ren-

dah sekali. Semakin mereka merasa nyaman dan betah bekerja, semakin sulit bagi

perusahaan/institusi untuk melakukan peremajaan. Sebaliknya, semakin kuat

turnover, semakin besar kesempatan bagi perusahaan/institusi untuk memperba-

harui mutu SDM.

••• Kompetisi Juga Bisa Mematikan

Secara teoritis, kompetisi dianggap sehat dan mampu menggairahkan.

Kematian atau kepunahan biasanya menimpa organisasi-organisasi yang

mengalami kekakuan dalam pengelolaan sumber daya-sumber dayanya (resource

rigidity). Mereka yang tak mempunyai ruang sama sekali untuk memperbaharui

mutu SDM misalnya, sangat berisiko menghadapi kematian alami. Pembaharuan yang dimaksud di sini tentu saja bukan

sekadar memangkas, mempensiunkan atau mengganti-

kan, melainkan juga memperbaharui sikap mental,

keahlian, dan kompetensi.

Seleksi alam terjadi di mana-mana, tetapi menjadi tanggung jawab kita untuk

mencegahnya.

••• Kompetisi Bisa Melahirkan Produk-produk Baru

Karena kompetisi, sebuah produk bisa mengalami pembaharuan-pembaharu-an.

Masa-masa awal produksi computer chips misalnya, diwarnai oleh ketegangan-

ketegangan antara Intel dan Fujitsu. Intel sadar betul, dirinya tidak akan mampu

bertahan kalau tidak melakukan pembaharuan secara terus menerus. Apalagi para

pelaku usaha pembuat software dan komputer terus menerus memacu diri dengan

kompetisi yang keras. Maka meluncurlah perangkat-perangkat komputer dengan chips

processor baru yang bergeser dari waktu ke waktu, mulai dari model XT, AT, lalu

Pentium, Centrino, dan Dual Core. Masing-masing dengan pembaharuan besarnya

kapasitas, serapan energi, keakurasian dan kecepatan yang jauh lebih baik.

Perubahan yang demikian dalam teori evolusi disebut anagenesis (gradual

change).

Banyak penghambat

perubahan berpura-

pura paling bermoral.

Mereka percaya hanya

merekalah yang men-

jaganya. Padahal dari

tangan merekalah

lonceng kehancuran

dibunyikan. Bukan

nilai-nilai mulia yang

mereka jaga, melainkan

peraturan-peraturan

lama yang harusnya

sudah dimuseumkan.

Sekali roda pembaharuan bergerak ke depan, maka sulit bagi

seseorang untuk kembali ke belakang.

Konsumen mungkin saja marah dan komplain terhadap begitu banyaknya pilihan

dan begitu cepatnya pembaharuan.

Tetapi sekalipun komplain, mereka tetap saja konsumen,

yaitu sangat menyukai adanya pilihan-pilihan.

Sekarang marilah kita lihat apa yang terjadi, bila salah satu dari pelaku pembuat

komputer tetap saja memasarkan komputer model XT ke pasar yang sudah berkenalan

dengan chips Centrino atau Dual Core.

Apakah mereka mampu bertahan?

Tentu saja tidak!

Kita tidak bisa menawarkan solusi kemarin untuk mengatasi persoalan hari ini.

Dalam bahasa Al dan Laura Ries dikatakan,

"You can't sell yesterday's products to

today's consumers."

Anda mungkin mengatakan hanya orang gila yang masih melakukan cara-cara

seperti itu. Ternyata keliru. Sehari-hari saya masih banyak menyaksikan dunia usaha,

bahkan universitas, yang masih menawarkan produk-produk yang hanya

'We can not solve

problems with

the some kind of

thinking when we

create it.'

- Albert Einstein -

'Seseorang tidak

akan berakhir

pada saat ia

dihancurkan. Ia

akan berakhir

kalau ia sendiri

yang berhenti.'

- Presiden Nixon -

cocok di masa lalu, untuk mengisi pasar di hari ini. Tatkala masyarakat perkota-an

sudah mulai menikmati Tiramisu Cake, masih ada yang hanya menawarkan

Blackforest. Ketika seseorang sakit demam berdarah, sebagian dokter masih mem-

berikan tablet penurun demam biasa.

Celakanya mereka semua merasa benar, bahkan tak

jarang mereka mengikat erat kekuasaannya dengan

menggunakan ketentuan-ketentuan tertulis (regulasi)

yang menghambat pembaharuan.

Mari kita lihat apa yang terjadi dengan tempat belanja modern supermarket di

sini. Sampai tahun 1970-an di Indonesia kita hanya mengenal pasar tradisional

yang menyajikan segala macam kebutuhan sehari-hari. Di tempat ini konsumen

berbelanja kebutuhan sehari-hari setiap hari. Tetapi kondisi pasar tradisional saat

ini sungguh mencemaskan. Tulisan yang dimuat di harian Kompas, 7 Agustus

2006 menggambarkan betapa buruknya pengelolaan pasar tradisional.

Pedagang Cibubur Protes

Baru Tiga Bulan Dioperasikan, Pasar Sudah Kumuh

JAKARTA, Kompas - Baru tiga bulan digunakan untuk

berdagang kembali, pembangunan kembali Pasar

Cibubur, Jakarta Timur, sudah mendapat protes dari

pedagangnya. Selain mengeluhkan mahalnya harga

kios, posisi pasar yang mepet dengan Kali Cipinang

telah membuat basement selalu banjir setiap kali

hujan atau ketika air kali meluap.

Sejumlah pedagang menga-

takan, kondisi badan kali sudah

menyempitdan hingga kini

belum ada realisasi program

normalisasi Antara

pinggiran kali dan

dinding bangu-nan

pasar sekitar lima sampai

tujuh meter dan belum

tertata.

Slamet, pedagang

yang menempati salah

satu kios di basement,

mengatakan, setiap kali

hujan, air selalu menggena-ngi

basement. "Airnya sampai

setinggi betis orang dewasa. Seki-

tar 40 sampai 60 sentimeter," katanya.

Pedagang lain, Tampu, mengatakan, pasar yang

dibangun PT Deva Adhines itu mepet dengan Kali

Cipinang. "Katanya ada rencana program normalisasi

kali. Sampai sekarang kali yang sudah menyempit itu

belum juga dinormalisasi," katanya.

Para pedagang juga merasa ter-tipu

karena berdasarkan gambar

rencana yang mereka miliki

dari pihak pengelola pasar, yakni

PD Pasar Jaya, Pasar

Cibubur tidak dilengkapi

basement. Nyatanya, ada

basement. "Lebih parah

lagi, tangga

penghubung lantai

cukup curam," kata

Slamet.

Keluhan lain adalah

mahalnya kios yang ber-

ukuran 2x2 meter. Di base-

ment, harga kios Rp 15 juta

per meter persegi, sedangkan di

lantai dasar Rp 14,8 juta. Menurut para pedagang, soal harga kios itu per-

nah mereka keluhkan kepada DPRD DKI. Namun, aki-

batnya, para delegasi pedagang yang ke DPRD harus

menerima kenyataan pahit. Kios mereka disegel mes-

ki mereka sudah membayar uang muka 20 persen dari

harga kios. Menurut para pedagang, kios yang disegel

saat itu 25 unit. Akibat belum ada tanggapan, pekan

lalu para pedagang kembali mendatangi Komisi B

DPRD DKI.

Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRD DKI Ab-

dul Mutholib mengatakan, pihaknya meminta pihak

pengelola dan pengembang membuka semua kios

yang disegel.

Direktur Perencanaan dan Hukum PD Pasar Jaya

Waluyo di DPRD waktu itu mengatakan, pembangun

an kembali Pasar Cibubur tidak melanggar aturan.

Menurut dia, pembangunan pasar di sekitar daerah

aliran sungai sudah sesuai dengan izin mendirikan

bangunan.

"Banjir di basement, itu karena ada yang mampat.

Sekarang sudah tidak lagi," paparnya.

Catatan penulis: Hal seperti ini sudah sering terjadi.

Pengecekan di lapangan, pembangunan sudah benar, tetapi

pengelolaan kurang profesional.

Sumber: Kompas, 7 Agustus 2006 (halaman 26)

Tetapi pada akhir tahun 1970-an di Jakarta mulai berkembang satu-dua su-

permarket. Tempatnya bersih, udaranya sejuk, produk-produknya pilihan, dan

konsumen mulai berkenalan dengan belanja mingguan, serta memilih sendiri

barang-barangnya dengan menggunakan kereta dorong. Ruangnya relatif lebih luas,

tetapi harga per-satu unitnya lebih mahal. Karena masih merupakan hal yang baru,

dan harganya relatif mahal, pada awal-awal supermarket diperkenalkan di sini

praktis hanya kalangan tertentu yang dapat berbelanja di situ. Baru kemudian di

pertengahan tahun 1980-an konsumen Indonesia mulai lebih aktif berbelanja di

supermarket. Hal ini antara lain didorong dengan perluasan areal supermarket dan

munculnya konsep baru supermarket yang menawarkan produk-produk yang relatif

lebih murah.

• • • Hypermarket dan Convenient Store

Konsep supermarket dengan cepat disambut oleh konsumen Indonesia. Hero

Supermarket dan Gelael yang semula membidik segmen A pada tahun 1980-an

mulai harus berhadapan dengan Golden Trully (di gedung Jakarta Theatre) yang

membidik segmen kelas sosial ekonomi B dan B+. Persaingan saat itu cukup meng-

gairahkan, sehingga masing-masing pelaku usaha mulai bersaing dalam pelayanan,

variasi produk yang luas dan adakalanya harga. Keadaan ini tidak berlangsung

lama, karena beberapa tahun setelah itu muncullah konsep-konsep belanja baru

yang disebut "grosir" (kulakan).

Tentu saja konsumen yang datang ke toko kulakan ini melakukan pembelanja-

an dengan cara yang berbeda. Mereka harus membayar iuran tahunan dan mendaf-

tar sebagai anggota.

Kalau di pasar tradisional mereka bisa membeli eceran dalam

ukuran kecil-kecil, sekarang mereka harus mem-beli dalam

skala besar.

Kereta yang mereka tarik juga besar. Jarak antara rak pada setiap koridor juga

sangat lebar. Barang-barang yang ditawarkan amat bervariasi, mulai dari kebutuh-

Kalau kita tidak dapat

menggunakan sama

sekali, perbaikilah!

'Kalau Anda

ingin membuat

Tuhan tersenyum,

jelaskanlah

rencana masa

depanmu.'

-Woody Allen-

Sesuai dengan

namanya, hypermarket

adalah sebuah swalayan

modern berkapasitas

besar yang menawar-

kan komposisi barang-

barang konsumsi

secara lengkap. Konsep

dasarnya adalah large

variety, big capacity,

devalue for price.

Hypermarket mengejar

skala ekonomis dengan

pengelolaan yang efi-

sien sehingga mampu

menjual barang-barang

berkualitas, dengan size

lebih besar tetapi harga

lebih murah.

Cara terbaik membantu

pedagang kecil bukan-

lah dengan membunuh

yang besar (hypermar-

ket), tetapi bantulah

mereka agar menjadi

pedagang yang besar.

an sehari-hari sampai elektronik, lemari es, dan perlengkapan kantor. Jadi bisa

dibayangkan, konsumen yang berbelanja adalah pembeli bulanan (berbelanja se-

bulan sekali), adakalanya untuk keluarga besar atau bahkan untuk dijual kembali di

warung-warung, atau mereka melakukan belanja berkelompok. Harganya memang

miring, tetapi mereka harus membeli dalam partai besar. Kalau mereka tak punya

kendaraan sendiri untuk membawa pulang, pasti tidak berbelanja di toko kulakan.

Setidaknya Goro dan Makro mengisi segmen itu.

Sekarang persoalannya, bagaimana supermarket

tradisional merespons proses evolusi ini.

Selain kulakan, supermarket tradisional juga tengah mengalami serangan dari

hypermarket.

Dalam perjalanannya, supermarket tradisional di berbagai negara di dunia me-

mang tengah mengalami kesulitan-kesulitan. Model bisnis supermarket tradisional

menjadi tampak kurang fit bukan semata-mata karena lahirnya hypermarket dan

kulakan, tetapi juga dengan munculnya "species" baru yang mempunyai konsep

sedikit berbeda. Gambaran persaingan ini akan menjelaskan kepada kita bahwa

proses ini bukanlah sebuah persaingan biasa, melainkan sebuah proses evolusi

yang berlangsung di mana-mana.

Pada ketiga konsep retail tersebut, konsumen melakukan pilihan berdasarkan

karakteristik kebutuhan, sehingga masing-masing bisa hidup berdampingan, seka-

ligus membatasi ruang gerak traditional supermarket.

Kalau dahulu orang berbelanja mingguan (pada supermarket),

lalu berbelanja bulanan (pada hypermarket dan

kulakan/grosir), maka pertanyaannya adalah bagaimana kalau

konsumen memerlukan kebutuhan-kebutuhan mendadak

hanya satu atau dua item saja?

Mungkin konsumen terlupa membeli sabun mandi atau sikat gigi. Mungkin

seorang ibu rumah tangga memerlukan pembalut wanita. Haruskah ia pergi ke

tempat yang jauh dari tempat tinggalnya hanya untuk membeli satu atau dua item

itu saja ke supermarket?

Convenient store adalah toko swalayan yang tidak terlalu besar yang me-

nyajikan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang sering kali terlupa dibeli oleh

konsumen pada saat belanja mingguan atau bulanan. Seven Eleven, seperti na-

manya dibuka pukul tujuh (sebelum jam traditional supermarket buka) dan tutup

pukul sebelas malam (setelah jam traditional supermarket tutup).

Jaringan toko ini dibuka di daerah-daerah yang relatif terletak lebih dekat

dengan tempat konsumen tinggal atau berbelanja. Jaringan toko ini dibentuk sete-

lah para pendirinya mempelajari apa saja kebutuhan konsumen pada saat "terde-

sak" atau "mendadak". Biasanya, pembelanjanya tidak terlalu banyak, belanjanya

sedikit-sedikit, sehingga antrian tidak terlalu panjang dan cepat selesai. Namun


Yüklə 1,02 Mb.

Dostları ilə paylaş:
1   2   3   4   5   6   7   8   9   ...   25




Verilənlər bazası müəlliflik hüququ ilə müdafiə olunur ©azkurs.org 2024
rəhbərliyinə müraciət

gir | qeydiyyatdan keç
    Ana səhifə


yükləyin